Leslie Retno Angeningsih
Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MODEL PENGENTASAN KEMISKINAN MELALUI PROGRAM GANDENG GENDONG DI KOTA YOGYAKARTA Agustinus Bima Nugraha; Leslie Retno Angeningsih
TheJournalish: Social and Government Vol. 3 No. 3 (2022): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v3i3.266

Abstract

Dalam rangka penanggulangan kemiskinan Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan pemberdayaan masyarakat berbasis “Segoro Amarto” dengan menerapkan Program Gandeng Gendong. Sebelum program tersebut berhasil mengurangi kemiskinan, angka kemiskinan meningkat sebagai dampak pandemi Covid-19. Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi Program Gandeng Gendong dalam mengatasi masalah kemiskinan sebagai implikasi dari pandemi Covid-19. Penelitian menggunakan metode kualitatif eksploratif. Informan berjumlah 9 orang terdiri dari aktor Pemerintah Kota Yogyakarta dan masyarakat yang tergabung dalam Program Gandeng Gendong. Teknik penentuan informan yang peneliti pakai adalah purposive sampling yang diperkuat dengan snowball sampling yang dimulai dari Wakil Wali Kota Yogyakarta yaitu Drs. Heroe Poerwadi, MA yang merupakan pencetus Program Gandeng Gendong di Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak Program Gandeng Gendong sebelum pandemi Covid-19 berhasil menggandeng masyarakat secara bertahap dan pada masa pandemi Covid-19 Program Gandeng Gendong semakin dioptimalkan melalui Forum Gandeng Gendong dan masterplan yang diterapkan di semua kelurahan. Prinsip Program Gandeng Gendong telah menggunakan metode jalan tengah yaitu keseimbangan antara sentralisasi dari Pemerintah Kota Yogyakarta dan gotong royong dari masyarakat Kota Yogyakarta. Meskipun demikian masih perlu perbaikan pada Program Gandeng Gendong, yaitu permasalahan kesadaran/mindset masyarakat yang masih kurang dalam memahami program ini dan permasalahan keberlanjutan dalam menindaklanjuti hasil program tersebut di masyarakat.