Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELAKSANAAN PEMBANGUNAN BERWAWASAN BENCANA DI KALURAHAN SRIMARTANI, PIYUNGAN, BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Paskalia Elwod
TheJournalish: Social and Government Vol. 3 No. 4 (2022): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v3i4.339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembangunan berwawasan bencana di Kalurahan Srimartani dan untuk mengetahui 4 fungsi dasar manajemen yang meliputi proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Untuk menemukan kendala yang dihadapi pada pelaksanaan pembangunan berwawasan bencana di Kalurahan Srimartani. Metode Penelitian yang digunakan: Deskriptif Kualitatif dengan Obyek Penelitian pelaksanaan pembangunan berwawasan bencana di kalurahan srimartani, kapanewon piyungan, kabupaten bantul, daerah istimewah yogyakarta. Subjek Penelitian pemerintah desa, FPRB, dan masyarakat. Teknik Pengumpulan Data, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik Analisis Data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pelaksanaan pembangunan berwawasan bencana sudah di laksanakan namun belum berjalan secara maksimal dapat di lihat dari empat hal yaitu;1) Perencanaan, proses dan mekanisme menyusun perencanaan sudah di laksanakan dengan menjaring aspirasi masyarakat melalui musyawarah dusun (musrembangdus) yang dilaksanakan satu kali dalam satu bulan lebih tepatya 35 hari. 2) Pengorganisasian sudah dilaksanakan dengan adanya Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), yang di bentuk oleh pemerintah desa dengan tujuan untuk memberi informasi, perlindungan dan pendidikan kepada masyarakat terhadap ancaman bencana. 3) Pelaksanaan dapat dilihat dari tiga hal yaitu; pelaksanaan penanggulangan bencana, partisipasi masyarakat dan lumbung sosial. 4) Pengawasan sudah di lakukan oleh pemerintah desa melalui keterlibatan secara langsung dalam kegiatan-kegiatan dan pada pelaksanaan penanggulangan bencana. 5) Kendala, terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan penanggulangan bencana yaitu; kondisi geografis yang rawan akan bencana alam, (gunung berapi, gempa bumi, tanah longsor, pohon tumbang), terbatasnya anggaran dari kabupaten dan kendala lainnya.