Ona Yulita
Institut Agama Islam Tebo Provinsi Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Sungai Batanghari Terhadap Perekonomian Kesultanan Melayu Jambi Ona Yulita
Hadharah: Jurnal Keislaman dan Peradaban Vol 14, No 1 (2020): Hadharah: Jurnal Keislaman dan Peradaban
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/h.v14i1.1432

Abstract

Peran sungai Batang Hari menjadi roda penggerak perekonomian Jambi sejak masa Kesultanan yang menyalurkan hasil komoditi lokal menuju ke singapura dan menjadi jalur transportasi yang menghubungkan antara hulu dan hilir juga sebaliknya. Setelah masuknya Belanda ke Jambi, sungai Batanghari memiliki fungsi dalam menyalurkan hasil karet yang ada di kawasan hulu ke hilir. Sehingga perdagangan yang ada di Jambi tidak bisa lepas dari keberadaan sungai Batang Hari. Beragam hasil hutan maupun hasil kebun warga Jambi yang disalurkan dan diperdagangkan melalui jalur sungai Batang hari.
PRIBUMISASI ISLAM DI WILAYAH MELAYU JAMBI (STUDI KASUS BATANGHARI) Ona Yulita
Hadharah: Jurnal Keislaman dan Peradaban Vol 14, No 2 (2020): Hadharah: Jurnal Keislaman dan Peradaban
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/h.v14i2.2125

Abstract

Peisan melayu atau disebut dengan masyarakat pedesaan di wilayah Melayu Jambi memiliki mata pencaharian dibidang pertanian, perkebunan dan lain sebagainya. Masyarakat pedesaan Melayu Jambi mayoritas menganut agama Islam, proses penyerapan nilai-nilai Islam dalam tradisi setempat (Pribumisasi Islam) tidak rumit, karena didalam pertanian, kehiudpan sosial bermasyarakat, kehiudpan seni dan politik semuanya dikaitkan dengan tradisi agama. Dalam hal ini setiap sebelum melakukan pertanian, perkebunan dan pasca panen masyarakat setempat melakukan acara tradisonal yaitu berdoa dan membaca Sholawat Nabi SAW agar semuanya berkah. Begitupun dalam penyambutan tamu desa disambut dengan acara Kompangan yang berisi sholawatan, sya’ir-sya’ir tradisional dan lain sebagainya. Pengadopsian istilah dan nilai-nilai budaya lokal kedalam kepemimpinan, pertanian, seni dan kehiudpan sosial masyarakat, dikaitkan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam adalah proses pribumisasi Islam. Proses ini berlangsung secara terus-menerus sehingga membentuk budaya Islam Melayu Jambi yang khas.