This Author published in this journals
All Journal Risenologi
Titi Mulyanti
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tabu Ungkapan Dalam Budaya Bahasa Jawa Ngapak Banyumasan Muhammad Al Farobi; Muhammad Afiq Aminullah; Titi Mulyanti
Risenologi Vol. 7 No. 2 (2022): Risenologi
Publisher : Kelompok Peneliti Muda Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47028/j.risenologi.2022.72.310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bahasa tabu ungkapan bahasa Jawa dialek Banyumas di Desa Baleraksa Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menjelaskan referen, makna, dan fungsi kata tabu dalam bahasa jawa dialek Banyumas yang digunakan di Desa Baleraksa Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif. Data dari penelitian ini yaitu kata-kata tabu dalam bahaa Jawa dialek Banyumas di dalam masyarakat Desa Baleraksa Kabupaten Purbalingga. Sumber data dari penelitian ini yaitu tuturan lisan masyarakat Desa Baleraksa Kabupaten Purbalingga dalam kegiatan sehari-hari di tempat yang banyak terjadi proses interaksi dari para penuturnya. Pengumpulan data dari penelitian ini yaitu dengan cara komunikasi via telepon bersama narasumber. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara teknik analisis sosio pragmatik. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang jenis kata, referen, makna, dan fungsi bahasa tabu ungkapan Dialek Banyumasan di Desa Baleraksa Kabupaten Purbalingga. Hasil penelitian berupa kata tabu dengan jenis referen nama hewan, referen jenis bagian tubuh, referen makanan, referen kotoran, referen pronomina, referen makian dan referen kutukan. Makna bahasa tabu dari data yang ditemukan tidak selalu menunjukan arti dari kata tabu tersebut, karena pada konteks yang ditemukan peneliti menunjukan makna lain seperti kata asem yang bermakna sial, kata tempe yang memiliki arti sebuah makanan tetapi pada konteks yang ditemukan menunjukan makna kelamin wanita. Dan fungsi untuk menjelaskan rasa marah, rasa kecewa, rasa heran, menghina, rasa menyesal, dan rasa jengkel.