Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LITERATURE RIVIEW: PRAKTIK PEMBAYARAN UPAH BURUH DALAM PERSFEKTIF EKONOMI ISLAM ahmad arifin; Ahmad Arifin; Nova Dwiyanti; Muharri Muharri
BENING Vol 9, No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : University of Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/bening.v9i2.4706

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi ketidaksesuaian upah yang diterima buruh dengan kelancaran kerja yang dilakukan yang masih jauh dari konsep keadilan dalam ekonomi Islam. Buruh sebagai sumber daya aktif merupakan salah satu faktor bagi kelancaran suatu proses produksi dalam suatu perusahaan atau organisasi. Keberadaan seorang buruh sebagai tenaga kerja dalam menjalankan aktivitasnya, seharusnya didukung oleh sarana dan prasarana serta bentuk manajemen yang baik dan manusiawi, agar tenaga kerja tersebut dapat bekerja dengan baik dan sesuai dengan harapan perusahaan tanpa rasa kecewa, ketidakpuasan dan kecemasan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif konten analisis paper dari database google scholar dan studi Kepustakaan dimana Sumber data yang diambil dari referensi, dokumen-dokumen yang berisi data yang telah teruji validitasnya. Hasil penelitian bahwa besarnya upah harus seimbang dengan pekerjaan-pekerjaan yang telah dilakukan sehingga antara pemberi upah dan penerima upah mendapatkan hak yang sama. Upah menurut Islam adalah imbalan yang diterima seseorang atas pekerjaannya dalam bentuk imbalan materi di dunia (adil dan layak) dan dalam bentuk imbalan pahala di akherat (imbalan yang lebih baik), Pengupahan juga harus memenuhi prinsip-prinsip muamalat slah satunya ialah prinsip keadilan. Islam berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga usaha tidak sekedar mengejar profit belaka tetapi untuk kesejahteraan warga yang didasari oleh semangat kebersamaan dan kemanusiaan.
Mengintegrasikan Fatwa MUI No. 24 Tahun 2017 Dalam Upaya Edukasi Publik Terkait Ujaraan Kebencian Di Media Sosial Elvi Sumanti; Sazali, Hasan; Nova Dwiyanti
Jurnal Khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : STAI Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/khabar.v7i2.1038

Abstract

This research aims to explore the integration of MUI Fatwa No. 24 of 2017 in efforts to educate the public regarding hate speech on social media. Hate speech has become a serious problem that has a negative impact on social cohesion and the stability of society. The MUI fatwa, which emphasizes the importance of maintaining unity and avoiding division, provides a normative basis for dealing with this issue. This research analyzes the content and purpose of the fatwa, as well as the role of social media as a platform for disseminating information and potential hate speech. Through a qualitative approach, this study identifies effective public education strategies, including awareness campaigns and collaboration between the MUI, government and civil society. Apart from that, this research also examines the challenges faced in implementing fatwas and provides recommendations for increasing the effectiveness of education regarding hate speech. It is hoped that the results of this research can make a significant contribution to efforts to handle hate speech and strengthen the values of tolerance in society.