Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Kesiapan Anak Masuk PAUD ditinjau dari Figur Lekat Musnizar Safari; Murni
PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 01 (2021): PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/paud-lectura.v5i01.7545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan anak masuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan langkah-langkah strategis yang dilakukan ibu untuk membentuk kesiapan anak masuk PAUD. Penelitian ini menggunakan pola penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 16 orang. Data dikumpulkan melalui observasi. Teknik analisis data menggunakan pola persentase dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa kesiapan anak bervariasi dengan tingkat kesiapan sedang terbanyak yaitu 56,25%; dan langkah-langkah strategis yang dilakukan para ibu untuk membentuk kesiapan anak masuk PAUD adalah menyediakan dan memenuhi segala keperluan dan kebutuhan anak, baik kebutuhan fisik, psikis, materil dan spiritual. Terpenuhinya segala keperluan dan kebutuhan anak ini menunjukkan adanya hubungan kelekatan positif bagi anak sehingga diharapkan tingkat kesiapan anak masuk PAUD menjadi lebih tinggi.
ANALISIS PERBEDAAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN Musnizar Safari
Prosiding Seminar Nasional USM Vol 2, No 1 (2019): Semnas Multidisiplin Ilmu
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1999.729 KB)

Abstract

Emotional intelligence is one’s ability to manage emotional life with intellegence, keeping emotional harmony and expressing by skill of self introduction, self control, self motivation, empathy and social skills. The student of junior high school are on vulnerable age stage cause a teenager or a dozen years old are in unstable conditions in process during the transition period towards adulthood. Therefore, then needed an ability to manage his emotion well, in order to pas his adolescence well. Analysis of emotional intelligence differences in this male student and female student is aiming to know factors which influence the student emotional intelligence of class VIII Junior High School Inshafuddin, the reason is previous research results by the author self, found that the emotional intelligence level of female is 62,96% is lower 15,42% compared to male student who are emotional intelligence level is 78,38%. Approach taken is descriptive qualitative approach by conducting interviews in data collection. The interview result found that low emotional intelligence of female student influenced by an immature development process; lake of female caregiver who accompany student in dormitory; young age and lake of caregiver understanding about psychological condition of adolescent student especially female student.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MENGELOLA EMOSI ANAK MELALUI METODE BERCERITA DI TK IT BAITUSSHALIHIN ULEE KARENG Yendri Wahimah; Musnizar Safari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak (JIPA) Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak (JIPA)
Publisher : STKIP An-Nur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The children aged 5-6 years old are basically able to manage emotions naturally, but in TK IT Baitusshalihin kindergarten, especially group B2, there are still those who not able to manage emotions properly. This research to develop the ability to manage emotions in group B2 aged 5-6 years old at TK IT Baitusshalihin kindergarten Ulee Kareng. This research is a descriptive qualitative research with a classroom action reseacrh approach. The subject in this study were 11 children that consisting of 6 boys and 5 gilrs collecting data using class observation techniques and interviews with B2 class teachers. The data analysis technique uses the percentage formula for each cycle action. The results of this research method found that storytelling can improve the ability to manage childrens emotions. This can be seen from the previous ability to manage childrens emotions below 75%. Although in the first cycle there was only one child whose ability to manage emotions was above 75%, but in the second cycle there were nine children whose ability was above 75%. Keywords: Managing emotions, storytelling method, and early childhood.
ANALISIS TINGKAT KECERDASAN EMOSI MAHASISWA MURNI DAN MAHASISWA BEKERJA DALAM MENGIKUTI KULIAH ONLINE Musnizar Safari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak (JIPA) Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak (JIPA)
Publisher : STKIP An-Nur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Each student hopes to follow the learning process well so that the final results can be good and satisfied grades. The learning process conducted is not like usual such as online learning, it has caused a variety of students’ emotions. This aim of this study is to determine the students’ level of emotional intelligence who follow the online class is about 43 PG-PAUD students through the distribution of an emotional intelligence scale. The method used is descriptive qualitative and the data is analyzed by percentage technique. The results showed that 67.4% of PG-PAUD students' emotional intelligence levels were in the medium category, and the other 32.6% were in the low (11.6%) and high (21%). Puring students dominate in the category of low and high emotional intelligences’ levels than working students who dominate in the category of moderate emotional intelligences’ levels. The difference level of emotional intelligence between puring and working students is only 0.8% in average. The factors that cause pure students to dominate the level of emotional intelligence in the low and high categories: 1) age who are in transition (19 – 22 years old) from late adolescence to early adulthood; and 2) the difficulty of the internet network in the student's domicile area which causes anxiety when participate in the online learning process. Key words: smart, emotion, learning process, working students, online
MENGENDALIKAN PERILAKU ANAK BERMASALAH DI TK BINA ANEUK NANGGROE Cut Faridah Hanum; Musnizar Safari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak (JIPA) Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak (JIPA)
Publisher : STKIP An-Nur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia anak yang masih dini dan labil serta belum memiliki pemahaman yang baik mengenai bagaimana berperilaku baik adalah masih dalam kategori wajar. Hal ini dikarenakan mereka memang masih membutuhkan pembinaan dan pembimbingan yang berkelanjutan agar dapat berubah meskipun bisa saja membutuhkan waktu yang lama. Kondisi yang masih labil menyebabkan sewaktu-waktu sifat dan perilakunya bisa berubah-ubah. Beberapa anak akan terlihat perubahan dalam perilaku mereka seiring bertambahnya usia dan juga pengetahuan yang mereka miliki. Penelitian ini adalah studi kasus yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah MNY yang memiliki perilaku bermasalah. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Data hasil wawancara dianalisa dalam tiga tahap yaitu reduksi data, paparan dan penyimpulan. Sedangkan data hasil observasi dianalisis melalui teknik prosentase. Hasil penelitian menemukan bahwa dari 12 aspek yang diobservasi, ada 10 (83,3%) perilaku bermasalah yang tampak. Setelah adanya upaya pengendalian terhadap perilaku bermasalah, hanya tersisa 2 (16,7%) perilaku bermasalah yang masih tampak. Adapun upaya guru dalam mengendalikan perilaku bermasalah adalah memberikan nasehat secara perlahan, memberikan pujian dan hadiah ketika perilaku baik muncul, memberikan kesibukan bagi anak dengan berbagai kegiatan bermanfaat dan sering menyuguhkan cerita-cerita menarik tentang akhlak yang baik dan terpuji. Kata kunci: upaya guru, mengendalikan perilaku, anak bermasalah
PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN MELALUI MEDIA PERMAINAN MEMANCING ANGKA DI TK AL-MUTTAQIN Syamsiah Syamsiah; Musnizar Safari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak (JIPA) Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak (JIPA)
Publisher : STKIP An-Nur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak yang berusia 4-5 tahun sudah mulai mengenali beberapa simbol, tanda, bahasa dan gambar, serta konsep bilangan sebagai dasar dari ilmu matematika. Observasi awal di Taman Kanak-kanak (TK) Al-Muttaqin menemukan bahwa anak masih tertukar-tukar dalam menyebut angka dan lambang bilangan; belum dapat menyebutkan angka secara berurutan; belum dapat membandingkan lambang bilangan (konsep banyak dan sedikit); dan belum dapat menunjukkan banyaknya benda sesuai lambang bilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya guru dalam meningkatkan pemahaman konsep bilangan pada anak Kelompok A di TK Al-Muttaqin Kecamatan Seruway. Ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah anak kelompok A sebanyak 20 anak. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi. Analisa data menggunakan teknik prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman konsep bilangan melalui permainan memancing angka, dari 72,08% (baik) pada siklus pertama menjadi 82,50% (sangat baik) pada siklus kedua. Kata kunci: Konsep bilangan; permainan memancing angka; kelompok A
UTILITAS POLA KELEKATAN IBU-ANAK BAGI PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI Musnizar Safari; Vinny Aryesha
Jurnal Genta Mulia Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v12i2.224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kelekatan yang dimiliki anak dengan ibu dan utilitasnya bagi perkembangan anak usia dini. Pendekatan penelitian secara kualitatif jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah ibu dari murid TK Tahfiz sebanyak 16orang. Data diperoleh melalui penyebaran skala. Data dianalisis dengan pola persentase dan deskriptif kualitatif. Hasil temuan dari penelitian ini bahwa pola hubungan kelekatan anak dengan ibu adalah pola kelekatan aman 100%. Pola kelekatan aman akan membawa anak pada perkembangan psikis yang baik yang tentu saja sangat bermanfaat bagi masa depan anak. Anak yang tumbuh dan berkembang dalam pola kelekatan aman akan memiliki motivasi tinggi dan kesiapan belajar yang baik juga rasa percaya diri, sehingga mereka dapat bersosialisi dengan menyenangkan, mampu mengontrol emosi, serta berkarakter