DVX Deddy Kurniawan
Universitas Flores

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Kenyamanan dan Ketersediaan Pelayanan Ruang Keberangkatan Terminal Bandar Udara Haji Hasa Aroeboesman Ende Jhon Alfred Alfred D.D; DVX. Deddy Kurniawan
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 6 No. 2 (2023): JAUR April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v6i2.9217

Abstract

Ende City as the capital of Ende Regency which has the potential to become a center of economic growth, has transportation facilities and infrastructure that support one of which is adequate air routes. Haji Hasan Aroeboesman Airport connects Ende City with several cities in East Nusa Tenggara Province and other cities in Indonesia such as Denpasar, Makassar and Surabaya. Haji Hasan Aroeboesman Airport annually experiences an increase in the number of passengers. Based on data from the Central Statistics Agency, the flow of passengers with total departures and arrivals in 2018 reached 213,590 passengers. The number of aircraft is 2451 aircraft, luggage is 857,741 kg, and goods are 98,208 kg. With this increase, this will have an impact on the capacity and facility needs in the airport terminal. Airports are also required to be able to accommodate changes in activities and developments that may occur in the future. This study aims to conduct studies related to theavailability of Haji Hasan Aroeboesman Airport services so that it can provide recommendations for efforts to improve the service capabilities of Haji Hasan Aroeboesman Airport.  The method used in this study uses a deductive method, where the data obtained are compared and then taken positive and useful things and consider the aspects of the shortcomings. The results of the study on the comfort and availability of departure room services at Haji Hasan Aroeboesman Airport in general are the need for a redesign to overcome various problems such as an increase in the number of passengers, aircraft and goods from year to year.  And specifically, various problems were found such as: the standard for space needs does not meet the LOS (Level of Service) standards set by IATA, does not have an area specifically for commercial areas and other supporting facilities, and the level of comfort felt by users (repondents) is only 26%.
Evaluasi Konsep Arsitektur Tropis Pada Bangunan Perkantoran Pemerintahan di Kota Ende Nusa Tenggara Timur DVX. Deddy Kurniawan; Petrus Jhon Alfred Depa Dede; Petrus Vincentius Parera
TEKNOSIAR Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v19i2.5473

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi penerapan konsep arsitektur tropis pada bangunan perkantoran pemerintahan di Kota Ende, Nusa Tenggara Timur. Kota Ende yang terletak pada iklim tropis kering dengan karakteristik suhu tinggi, radiasi matahari kuat, dan kelembaban tinggi memerlukan penerapan arsitektur tropis yang tepat untuk menciptakan kenyamanan termal dan efisiensi energi. Melalui pendekatan literatur review, penelitian ini menganalisis penerapan elemen arsitektur tropis seperti orientasi bangunan, desain fasad, ventilasi alami, dan penggunaan material lokal pada bangunan perkantoran pemerintahan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa beberapa bangunan perkantoran pemerintahan di Kota Ende belum sepenuhnya mengadopsi konsep arsitektur tropis yang optimal, terutama dalam aspek orientasi bangunan dan sistem penghawaan alami. Penelitian ini merekomendasikan strategi adaptasi dan modifikasi yang memadukan prinsip arsitektur tropis dengan teknologi modern untuk meningkatkan performa bangunan perkantoran pemerintahan di Kota Ende.
Arsitektur Responsif Terhadap Perubahan Iklim: Strategi Adaptasi Bangunan di Wilayah Tropis Petrus Jhon Alfred; Alfons Mbuu; DVX. Deddy Kurniawan
TEKNOSIAR Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v19i2.7045

Abstract

Perubahan iklim global merupakan permasalahan kritis yang memberikan dampak signifikan terhadap wilayah tropis, termasuk Indonesia, yang ditandai oleh peningkatan suhu udara, perubahan pola curah hujan, serta peningkatan frekuensi bencana alam yang secara substansial memengaruhi kenyamanan termal dan fungsi bangunan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan strategi desain arsitektur responsif yang adaptif terhadap perubahan iklim di kawasan tropis melalui pendekatan holistik yang melibatkan pemanfaatan ventilasi alami, fasad dinamis, penggunaan material lokal, serta integrasi teknologi adaptif untuk penyesuaian secara real-time terhadap variabilitas iklim yang cepat dan tidak menentu. Metode yang digunakan berupa pendekatan kualitatif dengan studi kasus mendalam, yang mengkombinasikan kajian pustaka, wawancara dengan praktisi, serta analisis dokumentasi proyek-proyek relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi adaptif, seperti fasad kinetik, sistem ventilasi cerdas berbasis Internet of Things (IoT), material adaptif termoakif, dan pemanfaatan energi terbarukan, secara signifikan meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan termal pada bangunan di wilayah tropis. Studi kasus di Green School Bali, Rumah Tradisional Madura Bangsal Budaggan, dan vila modern tropis di Bali memperkuat pentingnya harmoni antara prinsip-prinsip arsitektur tropis pasif dan aktif yang disesuaikan dengan konteks lokal serta teknologi mutakhir dalam menciptakan bangunan yang adaptif dan berkelanjutan. Kendala utama yang ditemukan meliputi aspek sosial-ekonomi, kesiapan regulasi, dan keterbatasan dukungan kebijakan. Penelitian ini mengisi gap riset dengan memperluas fokus dari desain pasif tradisional menuju konsep arsitektur responsif yang dinamis dan adaptif, sekaligus memberikan rekomendasi strategis untuk pengembangan model desain hibrida yang relevan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim masa depan di wilayah tropis.