Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kualitas Produk Genteng Beton dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada PT X Eko Budi Utomo
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 7 No. 1 (2022): TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/tecnoscienza.v7i1.783

Abstract

Kualitas merupakan parameter yang penting dalam menhasilkan suatu produk padasuatu perusahaan, sehingga perlu memperhatikan parameter kualitas tersebut sesuaiyang diinginkan oleh pelanggan. Teknik yang digunakan dalam mengontrol kualitasagar tercapai melalui pengendalian kualitas yang tepat. Pengendalian kualitas adalahrangkaian proses yang dilakukan untuk mengkontrol kualitas dengan membandingkandengan spec yang telah ditetapkan sebagai standart. PT. X merupakan perusahaan yangbergerak di bidang pembuatan genteng beton. Potensi usaha genteng beton yangmenjanjikan, berdampak pada munculnya kompetitor, maka PT. X harus mampumemproduksi produk yang diiginkan oleh konsumen. Tujuan dalam penelitian iniadalah melakukan kegiatan pengendalian kualitas produk genteng beton di PT. Xdengan cara menganalisis jumlah produk yang reject/cacat yang terjadi pada waktutertentu melalui metode Failure Modes and Effect Analysis (FMEA). Produk gentengbeton sebagai obyek untuk diteliti karena tingkat kerusakan paling banyak ditemukansehingga perlu penanganan khusus dari manajemen perusahaan untuk disolusikandalam prioritas perbaikan. Sesuai hasil analisis melalui pareto diagram menunjukkankerusakan (cacat) retak menduduki posisi tertinggi dan selanjutnya diikuti cacatkasar/tidak rata, permeabilitas tinggi dan cacat dimensi. Hasil analisa dengan metodeFMEA didapatkan hasil bahwa prioritas perbaikan yang harus dilakukan adalah padaproses produksi. Adapun yang menjadi faktor penyebab cacat/reject yaitu adalahmanusia, mesin, dan metode.
Analisis Kerusakan Blower IDF pada PLTU PT PLN Indonesia Power UBP Holtekamp dengan Metode FMEA dan RCFA Sendik Saputra; Eko Budi Utomo; M Hengki Riawan Putra
Industrika : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 10 No. 3 (2026): Industrika: Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/1sz7gr41

Abstract

The Induced Draft Fan (IDF) blower is a critical component in the Holtekamp coal fired power plant system, responsible for regulating flue gas flow from boiler to the stack. Base on Pareto Loss from 2021-2025, IDF failures contributed to an average of 55% unit load reduction annually. The dominant failure modes identified were Breakage (crack/fracture) and Wear (abrasion/corrosion) on the fan impeller, which significantly effect plant reliability. This conditioning highlights the need for systematic analysis to trace the root causes of repeated failures. This study applies Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) to determine failure modes using the Risk Priority Number (RPN) and Root Cause Failure Analysis (RCFA) with the 5 Why approach to identify recurring root causes. The results indicate that the main failure mode is material breakage with an RPN value of 336, causwed by improper material selection against abrasive, corrosive, dan high temperature conditions. Recommended solutions include implementing Life Cycle Management (LCM), reverese engineering for material enhancement, estabilishing monitoring checklists, and strengthening technical documentation and operational procedures. Keywords: IDF (Induce Draft Fan), Root Cause Failure Analysis (RCFA), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Coal Steam Power Plant, Material Breakage