Evi Puspita Sari
ITSKes Insan Cendekia Medika Jombang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI MADU DENGAN AIR PERASAN JERUK LEMON (Citrus Limon (L.) Burm. f.) DIBANDING SEDIAAN TUNGGALNYA TERHADAP BAKTERIStreptococcus pyogenes SECARA In Vitro Evi Puspita Sari; Novitasari Novitasari
Jurnal Insan Cendekia Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Insan Cendekia September 2022
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v9i2.1082

Abstract

Latar belakang: Faringitis merupakan suatu penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pyogenes dan menjadi salah satu penyakit dengan prevalensi cukup tinggi di Indonesia yang hampir pernah dialami oleh setiap individu. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan berlebihan dapat menyebabkan bakteri resisten (kebal) terhadap antibiotik Madu mengandung zat yang berguna untuk membunuh bakteri patogen penyebab penyakit infeksi. Senyawa bioaktif yang terkandung dalam lemon masing-masing memiliki sifat antibakteri.Tujuan :Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas antibakteri kombinasi madu dan air perasan jeruk lemon dibandingkan sediaan tunggal madu dan sediaan tunggal air perasan jeruk lemon. Metode:Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan post test control group design. Perlakuan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol positif, kontrol negatif, kelompok madu, kelompok air perasan jeruk lemon serta kombinasi madu dengan air perasan jeruk lemon. Peilaian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan menentukan zona hambat yang terbentuk di sekitar disk. Hasil pengukuran diameter zona hambat selajutnya dianalisa mengguakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Post hoc. Hasil: Perlakuan kombinasi madu dengan air perasan jeruk lemon memiliki rerata zona hambat yang lebih besar jika dibandingkan kelompok sediaan tunggal madu maupun sediaan tunggal air perasan jeruk lemon. Hasil uji Kruskal Wallis didapatkan nilai sig 0.000 (p <0.05), yang berarti terdapat perbedaan bermakna efek setiap kelompok perlakuan terhadap diameter zona hambat yang terbentuk. Kesimpulan : Kombinasi madu dengan air perasan jeruk lemon lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus pyogenes dibanding sediaan tunggalnya.
D’BEST (Stunting-Free Village) Through The Establishment Of Toga Gardens (Family Medicinal Plants) Gasing (Anti-Stunting Movement): D’BEST (Desa Bebas Stunting) Melalui Pembentukan Kebun Toga (Tanaman Obat Keluarga) Gasing (Gerakan Anti stunting) Evi Puspita Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): JPM SEPTEMBER 2024
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v10i2.2310

Abstract

Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan fisik anak terhambat, biasanya disebabkan oleh kekurangan gizi pada periode awal kehidupan, seperti masa kehamilan dan 1000 hari pertama kehidupan. Kondisi ini dapat mempengaruhi perkembangan otak dan kesehatan secara keseluruhan. Tanaman obat keluarga (TOGA) bisa menjadi salah satu solusi untuk membantu mengatasi masalah gizi dan kesehatan secara alami. Beberapa tanaman obat yang sering digunakan di Indonesia dapat membantu mendukung kesehatan anak dan pencegahan stunting. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membentuk desa bebas stunting dengan memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dalam pencegahan stunting dan peningkatan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan pembuatan produk pangan bergizi dari TOGA, serta pembentukan kebun TOGA antistunting. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan TOGA untuk pencegahan dan ide usaha masyarakat. Program ini diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan angka stunting di wilayah Panglungan.