Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PREVALENSI PREEKLAMPSIA DAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT X JAKARTA TAHUN 2019-2020 Nathanael Ryan Hansel Wijaya; Ricky Susanto
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2022): AGUSTUS 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i2.5531

Abstract

Preeklampsia adalah kondisi hipertensi pada ibu hamil dengan usia gestasional lebih dari 20 minggu diikuti disfungsi organ. Disertai proteinuria. Preeklampsia merupakan salah satu predisposisi bayi berat lahir rendah yang lahir dengan berat kurang dari 2500 gram. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi preeklampsia dan bayi berat lahir rendah (BBLR). Penelitian dilakukan menggunakan desain deskriptif menggunakan cross-sectional (potong lintang), dilaksanakan pada bulan Januari – Juni 2022. Pengumpulan data sekunder berupa rekam medis dari Rumah Sakit X Jakarta. Data yang diperoleh diolah dengan analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi. Dari 190 data ibu hamil yang dikumpulkan terdapat 37 (19,5%) kasus preeklampsia. Dari 37 ibu hamil dengan preeklampsia, 32 ibu mengalami preeklampsia murni (86,5%) dan 5 ibu mengalami preeklampsia dengan penyerta (13,5%). Sebanyak 64 (33,7%) dari 190 bayi lahir dengan berat rendah. Sedangkan, dari 37 bayi dari ibu yang terdiagnosis preeklampsia, terdata 25 (67,6%) bayi berat lahir rendah, dan sebanyak 12 (32,4%) bayi dengan berat lahir yang normal. Bagi ibu hamil untuk rutin melakukan pemeriksaan kehamilan, ibu hamil dengan preeklampsia dapat menjaga tekanan darahnya dengan beristirahat, mengurangi konsumsi garam, dan mengkonsumsi antioksidan seperti vitamin C dan E. Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian mengenai faktor lain yang dapat menyebabkan BBLR dan mengenai komplikasi lain dari preeklampsia.
Prevalensi Komplikasi Kehamilan, Persalinan dan Nifas di Rumah Sakit X Jakarta Selama Periode Januari – Mei 2020 Agnes Stephanie Tanuwijaya; Ricky Susanto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5435.394 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.10967

Abstract

Komplikasi maternal berhubungan dengan kejadian morbiditas dan mortalitas maternal. Apabila tidak ditangani dengan tepat, maka dapat meningkatkan risiko kesakitan dan kematian ibu. Sampai pada saat ini, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia maupun di dunia masih sangat tinggi. Jumlah kematian ibu di Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2018-2019 adalah 198 orang. Salah satu faktor penyebab tingginya AKI adalah terjadinya komplikasi maternal, meliputi komplikasi saat kehamilan, persalinan dan nifas yang merupakan penyebab langsung dari kematian ibu, seperti perdarahan, sepsis, eklampsia, partus macet, dan komplikasi aborsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi komplikasi maternal, sehingga nantinya diharapkan berbagai pihak dapat bekerjasama untuk meningkatkan upaya dalam hal menurunkan angka kejadian komplikasi maternal, seperti dukungan dari tenaga kesehatan agar ibu mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, mengupayakan tercapainya fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang memadai hingga ke tingkat daerah, dan ibu termotivasi untuk rutin melakukan kunjungan Antenatal Care (ANC). Dengan menurunnya angka kejadian komplikasi maternal, diharapkan AKI juga ikut menurun. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit X Jakarta dengan menggunakan 164 subjek penelitian dari data sekunder rekam medik. Data yang diobservasi yaitu karakteristik subjek penelitian, meliputi usia dan metode persalinan, serta gambaran komplikasi maternal, meliputi komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas. Dari hasil pengumpulan data, sebesar 80.49% subjek penelitian memiliki rentang usia 20 – 35 tahun dan 96.34% persalinan dilakukan dengan metode seksio sesarea. Subjek penelitian terbanyak untuk komplikasi kehamilan adalah Hipertensi Dalam Kehamilan (HDK) yaitu sebesar 30%, untuk komplikasi persalinan adalah Cephalopelvic Disporpotion (CPD) (84%), dan untuk komplikasi nifas adalah subinvolusio uteri (85%).