Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BELAJAR BERPIKIR KRITIS BERSAMA SISWA-SISWI SMA BHINNEKA TUNGGAL IKA JAKARTA Urbanus Ura Weruin
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18235

Abstract

Nowadays, it is increasingly realized that critical thinking skills are the basic capital to develop in science and in life.Minister of Education and Culture Nadiem Makarim on various occasions emphasized the importance of educationalinstitutions, especially primary and secondary education, to improve students' critical thinking skills. Improving criticalthinking skills starts with constantly reading whatever they like and learning to understand, analyze, evaluate, andformulate their own ideas. Realizing the importance of critical thinking for its students, SMA Bhinneka Tunggal IkaJakarta collaborated with Urbanus Ura Weruin as the executor. This article is a mandatory outcome of the series ofPKM activities. This PKM activity aims to provide an understanding of the meaning, relevance, and critical thinkingskills. Critical thinking skills can be improved by applying the 6D method (define, discover, dream, design, deliver,debrief) through zoom meetings. This PKM activity is able to stimulate students' awareness to think critically. As manyas 98% of students admit that learning to think critically must start from getting used to reading and understanding thecontent of the text and then analyzing and assessing the accuracy of the content. As many as 80% of Bhinneka TunggalIka High School students agree that our education emphasizes memorization more than understanding and discussing.As many as 96% of respondents agree that the ultimate goal of the educational process is not just to provide so muchinformation to students but to educate students how they should think. This PKM activity at least makes students awarethat in order to be successful in learning and in life, critical thinking is very necessary (96%). The students are alsodetermined to always develop a critical attitude, including always trying to find objective truth when dealing with hoaxnews on social media. ABSTRAK: Dewasa ini, semakin disadari bahwa, kemampuan berpikir kritis merupakan modal dasar untuk berkembang dalam ilmupengetahuan maupun dalam hidup. Mendikbud Nadiem Makarim dalam berbagai kesempatan menekankan kepentinganlembaga pendidikan terutama pendidikan dasar dan menengah meningkatkan kemampuan berpikir kritis para siswa.Peningkatan kemampuan berpikir kritis dimulai dengan terus-menerus membaca apa pun yang mereka sukai sertabelajar memahami, menganalisis, mengevaluasi, dan merumuskan gagasan mereka sendiri. Menyadari pentingnyaberpikir kritis bagi para siswanya, SMA Bhinneka Tunggal Ika Jakarta bekerja sama dengan saya Urbanus Ura Weruinsebagai pelaksana. Artikel ini merupakan luaran wajib dari rangkaian kegiatan PKM tersebut. Kegiatan PKM inibertujuan untuk memberikan pemahaman tentang makna, relevansi, serta keterampilan berpikir kritis. Kemampuanberpikir kritis dapat ditingkatkan dengan menerapkan metode 6D (define, discover, dream, design, deliver, debrief)melalui zoom meeting. Kegiatan PKM ini mampu menstimulasi kesadaran para siswa untuk berpikir kritis. Sebanyak98% para siswa mengakui bahwa belajar berpikir kritis harus dimulai dari pembiasaan diri untuk membaca danmemahami isi bacaan dan kemudian menganalisis dan menilai keakuratan isinya. Sebanyak 80% siswa-siswi SMABhinneka Tunggal Ika setuju bahwa pendidikan kita lebih banyak menekankan hafalan daripada mengerti danberdiskusi. Sebanyak 96% responden setuju bahwa tujuan akhir proses pendidikan bukan sekadar memberikan begitubanyak informasi kepada siswa melainkan mendidik siswa bagaimana seharusnya mereka berpikir. Kegiatan PKM ini,paling tidak membuat para siswa sadar bahwa agar berhasil dalam belajar dan dalam hidup, berpikir kritis sangatdiperlukan (96%). Para siswa juga bertekad untuk selalu mengembangkan sikap kritis, termasuk selalu berupaya mencarikebenaran yang objektif ketika berhadapan dengan berita hoax di media sosial.