Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Bibliometrik Tahun 2012-2021: Kajian Topik Menggambar dalam Pembelajaran Seni Rupa di Sekolah Dasar Riddo Imam Muttaqin; J Julia; Rana Gustian Nugraha
AT-THULLAB : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 6, No 2 (2022): At-Thullab : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/atl.v6i2.962

Abstract

Abstrak: Menggambar pada pembelajaran seni rupa membantu perkembangan dan pertumbuhan peserta didik dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memberikan gambaran secara deskriptif topik menggambar dalam ruang lingkup pembelajaran seni rupa di sekolah dasar dari beberapa jurnal penelitian terindeks scopus pada tahun 2012-2021. Penelitian ini menggunakan metode pemetaan secara sistematik dalam 4 tahapan: (1) pencarian artikel ilmiah, (2) mengelompokkan artikel ilmiah, (3) memeriksa dan melengkapi metadata artikel ilmiah, dan (4) melaksanakan analisis bibliometrik. Terdapat tujuh temuan dari analisis ini, diantaranya: (1) perkembangan publikasi artikel ilmiah cenderung mengikuti pola yang tidak seragam; (2) perkembangan kutipan artikel ilmiah terbanyak terjadi pada tahun 2014; dan (3) kolaborasi penulis dengan tautan terkuat terbatas pada enam penulis melalui satu dokumen, tetapi ada kelangkaan kolaborasi antar kelompok. (4) "Drawing" menjadi frasa judul paling dominan dengan 35 tautan dari 9 peristiwa, (5) " Drawing " menjadi istilah kata kunci paling dominan dengan 30 tautan dari 9 peristiwa, dan (6) "Child" dan " Drawing " adalah kata yang paling dominan dalam abstrak dengan 22 dan 25 koneksi dari 48 dan 38 peristiwa, (7) Metodologi kualitatif dan kuantitatif mendominasi, dan studi kasus adalah desain studi kasus yang dominan dan sering digunakan pada artikel yang diteliti.Abstract: Drawing in learning arts assists the students’ cognitive, affective, and psychomotor development and growth. This study aims to identify and provide a descriptive portrait of the topic on drawing within the scopes of fine arts learning at elementary school from several Scopus indexed research articles published in 2012-2021. This study employed a systematic mapping method in four stages: (1) searching for scientific articles, (2) classifying scientific articles, (3) checking and completing metadata of the articles, and (4) carrying out a bibliometric analysis. The analysis resulted in seven main points. First, the development of relevant publications tended to follow a non-uniform pattern. Second, the most development of citations occurred in 2014. Third, the collaboration of authors with the strongest links was up to six authors in a single document, but there was a dearth of collaboration between groups. Fourth, "Drawing" became the most dominant title phrase with 35 links from 9 occurrences. Fifth, "Drawing" became the most dominant key word with 30 links from 9 occurrences. Six, "Child" and "Drawing" were the most dominant words in the abstract with 22 and 25 links from 48 and 38 occurrences, respectively. Seventh, among the domination of qualitative and quantitative methodologies, case studies were often used in the articles studied.
PENGARUH MODEL INKUIRI TERBIMBING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP GEOGRAFI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Salsaila Imani Fatha; Rana Gustian Nugraha; Kusman Rukmana
SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol. 16 No. 3 (2026): SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/a37x2054

Abstract

Geographical concept understanding is a key learning outcome in elementary education, yet many students face difficulties due to instructional practices that emphasize teacher explanations over active learning. This study examined the effectiveness of the Guided Inquiry learning model in improving fifth-grade students' geographical concept understanding. A quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design was employed, involving 63 students (33 in the experimental group and 30 in the control group). Data were analyzed using nonparametric statistical tests and N-Gain analysis. The findings revealed that Guided Inquiry significantly improved students' geographical concept understanding (Sig. = 0.000 < 0.05). Between-group comparisons also showed a significant difference with a moderate effect size (0.464). The experimental group achieved a higher N-Gain score (0.6137) compared to the control group (0.4508), although this difference was not statistically significant (Sig. = 0.371 > 0.05). These findings suggest that Guided Inquiry can serve as an effective student-centered approach for strengthening geographical concept understanding in elementary schools.
Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Materi Pahlawan Indonesia menggunakan Model Eksplorasi Bersama Berbantu Media Museum Virtual pada Siswa Kelas 5 SDN Citraresmi Cicha Wulan Sari; Fahira Azzahra; Nuzha Viranti; Nagita Carolina; Andrila Purnamasari Sugandi; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v5i1.1878

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) materi Pahlawan Indonesia pada siswa kelas 5 SDN Citraresmi melalui penerapan model eksplorasi bersama yang didukung oleh media museum virtual berbasis Heyzine. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus dengan 23 siswa sebagai partisipan. Sebelum tindakan, persentase ketuntasan klasikal siswa hanya mencapai 60,86% dengan nilai rata-rata 74,34, yang mengindikasikan adanya learning gap. Pada Siklus I, meskipun motivasi siswa meningkat, terdapat kendala akses perangkat dan kurangnya panduan sistematis, yang menyebabkan hasil belajar malah menurun dengan ketuntasan klasikal 37,4% dan nilai rata-rata 70. Setelah dilakukan perbaikan pada Siklus II, yaitu penyediaan akses perangkat yang memadai untuk setiap kelompok dan panduan eksplorasi yang terstruktur, hasil belajar meningkat. Siklus II berhasil mencapai ketuntasan klasikal 82,6% dengan nilai rata-rata 85,21, yang memenuhi standar keberhasilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi model eksplorasi bersama dan museum virtual berbasis Heyzine efektif tidak hanya dalam meningkatkan capaian kognitif, tetapi juga dalam mengembangkan aspek afektif seperti tanggung jawab, kerja sama, dan komunikasi siswa.
Pengembangan Website Beta “Bentang Alam” Berbasis S.Id Untuk Pembelajaran IPAS Kelas IV Sekolah Dasar Yulia Santika; Vidi Aisyah Fathonah; Trisni Karo Ulina br Ginting; Noviasari Dewi; Dani Anggara Mulatua Manalu; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v5i1.1988

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar menuntut penyajian materi yang konkret, visual, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa agar konsep yang dipelajari dapat dipahami secara optimal. Namun, dalam praktiknya pembelajaran IPAS masih sering disampaikan secara konvensional sehingga kurang memberikan pengalaman belajar yang menarik dan interaktif bagi siswa. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang mampu mendukung penyajian materi secara lebih menarik dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa website BETA (Bentang Alam) berbasis platform S.id yang digunakan pada pembelajaran IPAS kelas IV sekolah dasar. Website ini dirancang untuk menyajikan materi Bentang Alam dan Kaitannya dengan Profesi di Masyarakat secara terstruktur melalui berbagai fitur pembelajaran seperti materi visual, permainan edukatif, lagu tematik, serta evaluasi pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Pengembangan media dilakukan menggunakan pendekatan penelitian pengembangan dengan tahapan yang sistematis. Penelitian dilaksanakan pada 26 November 2025 di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Sumedang dengan melibatkan siswa kelas IV sebagai pengguna media. Kelayakan website dinilai melalui proses validasi oleh ahli media dan dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website BETA memperoleh kategori sangat baik dan mampu membantu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi IPAS. Dengan demikian, website BETA dinilai layak dan efektif digunakan sebagai media pendukung pembelajaran IPAS di sekolah dasar.