Hasna Wijayati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Alasan Korea Selatan Meratifikasi Deklarasi Panmunjom tahun 2018 stefany herina; Ganjar Widhiyoga; Hasna Wijayati
Solidaritas Vol 6 No 2 (2022): Solidaritas
Publisher : Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terbaginya Semenanjung Korea menjadi dua bagian dengan perbedaan ideologi yang dianut menjadi penyebab terjadi Perang Korea pada tahun 1950. Berbagai cara sudah digunakan untuk meredam ketegangan yang telah berlangsung selama 65 tahun dan banyak perjanjian dihasilkan namun, tetap gagal. Hingga pada tahun 2018 Deklarasi Panmunjom disepakati oleh kedua negara. Penelitian ini menjelaskan alasan Korea Selatan menyetujui dan menandatangani Deklarasi Panmunjom. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan dua sumber data, primer dan sekunder berupa buku, artikel dan report. Teori yang digunakan adalah Teori Kepentingan Nasional dan Keamanan Internasional dengan konsep Security Dilemma. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa alasan Korea Selatan menyetujui Deklarasi Panmunjom adalah adanya keinginan untuk mewujudkan unifikasi Korea, mengurangi ketegangan militer di Semenanjung Korea dan mewujudkan keharmonisan serta perdamaian Kawasan. Kata Kunci : Security Dilemma, Deklarasi Panmunjom, Kepentingan Nasional, Keamanan Internasional, Semenanjung Korea
Pengelolaan Perdagangan Lintas Batas Dalam Meningkatkan Perekonomian (Melalui Pasar Rakyat Khusus Perbatasan Mota’ain 2017-2019) Rahma Nur Afifah; Hasna Wijayati; Ganjar Widhiyoga
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 6 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.084 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7785263

Abstract

This study aims to find out the management of cross-border trade in Motaain in improving the economy with the presence of traditional border-specific folk markets during 2017-2019. The author wrote this study because with the presence of the traditional Motaain market, economic growth and public welfare on the border of Motaain, there is an increase. As well as the construction of PLBN as a cross-border trade route between countries. Indonesia wants to make the border area the front, to realize economic growth, as does the border in Belu, East Nusa Tenggara. The presence of cross-border trade will be able to build up previously unmanaged natural resources and increase human resources. The theme is based on the theory of economic development and microeconomics. The method in this study is qualitative by describing the existing problem formulation with secondary and primary data retrieval. The result is that cross-border trade management can increase economic growth, especially in the East Nusa Tenggara region that borders directly with East Timor, and certainly reduce the unemployment rate. So that the traditional market for interaction between the two regions becomes a good means of facilitating buying and selling. Border areas can continue to increase with proper and well-regulated development and management