Rihat Sebayang
Program Studi Teknik Konversi Energi, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PROTOTYPE PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA UNTUK PENERANGAN LAMPU JALAN Rani Saragi; Muhammad Idris; Burhanuddin Tarigan; Rihat Sebayang
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 (2022): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.973 KB) | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v3i1.705

Abstract

PLTS atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya adalah peralatan pembangkit listrik yang mengubah cahaya matahari menjadi listrik. PLTS sering juga disebut Solar Cell, atau Solar Photovoltaic, atau Solar Energi. Dengan konsep yang sederhana yaitu mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik yang mana cahaya matahari adalah salah satu bentuk energi dari Sumber Daya Alam. Cahaya matahari sudah banyak digunakan untuk memasok daya listrik di satelit komunikasi melalui sel surya. Sel surya ini dapat menghasilkan energi yang tidak terbatas langsung diambil dari matahari, tidak memerlukan bahan bakar. Sehingga sel surya sering dikatakan bersih dan ramah lingkungan. Perkembangan era globalisasi saat ini berdampak pada kebutuhan energi listrik yang semakin meningkat sehingga sangat diperlukan sumber energi alternatif terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik saat ini. Indonesia merupakan negara yang terletak di daerah khatulistiwa, sehingga memiliki intensitas penyinaran matahari yang baik setiap tahunnya. Dalam rancang bangun ini energi surya digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya untuk Penerangan Lampu Jalan. Energi matahari yang menerpa panel surya menghasilkan arus listrik masuk ke solar charger controller yang berfungsi mengatur tegangan yang masuk ke baterai. Dari hasil pengambilan data diperoleh hasil efisiensi pengisian/pengecasan baterai 8.8 % dan efisiensi beban sebesar 96.25 % Baterai menghasilkan arus DC, sehingga arus di alirkan ke beban (lampu).
PURWARUPA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PIKO HIDRO MENGGUNAKAN TURBIN PELTON Gilga Monda; Eria Marta; Doni Situmorang; Estomihi Lingga; Ria Batubara; Darwis A.R.; Rihat Sebayang
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 3 No. 2 (2022): Edisi Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v3i2.760

Abstract

Pikohidro adalah pembangkit listrik dengan skala yang kecil, yang mana daya keluarannya tidak lebih dari 5 kW. Pembangkit ini memanfaatkan tenaga (aliran) air sebagai dan debit air (Q). PLTPH sendiri punya 3 (tiga) material utama yaitu air sebagai sumber energi, turbin dan generator. Tenaga air merupakan sumber energi terbarukan (renewable energy) yang dimana tenaga air bisa diperbaharui secara alamiah oleh alam. Ditambah lagi Indonesia adalah negara maritim yang mempunyai sumber air yang sangat melimpah. Dalam pembangkit listrik tenaga air diperlukan volume air atau debit. Memahami debit aliran sungai yang digunakan untuk pembangkit listrik tenaga air sangat penting untuk mengetahui jumlah tenaga air yang tersedia. Semakin besar alirannya maka semakin banyak juga energi yang tersedia untuk diubah menjadi energi listrik. Generator yang digunakan untuk membangkitkan listrik adalah Generator Permanen Magnet arus AC 220 V dengan daya maksimal 300 Watt dan maksimal putaran 3500 rpm. Purwarupa Pembangkit Listrik Tenaga Piko Hidro ini menggunakan Turbin Pelton dengan sudu setengah pipa siku agar diketahui efisiensinya. Turbin yang diuji memiliki diameter 300 mm dengan 17 buah sudu, sudu menggunakan setengah lingkaran siku berdiameter 50 mm. Turbin diuji menggunakan nosel dengan diameter 6,25 mm. Head dan debit diatur menggunakan nosel sehingga menghasilkan daya 4.855,0671 W.