Cokki
Universitas Tarumanagara

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Citra Merek, Keterlibatan Produk, dan Kesadaran Merek terhadap Niat Beli Air Minum dalam Kemasan Christi Octiviani; Cokki
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6 No 4 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v6i4.19340

Abstract

This study aims to examine whether brand image, product involvement, and brand awareness affect the purchase intention of consumers of bottled water in the Crystalline brand in Jakarta. This study surveyed with random sampling from 279 respondents in Jakarta. Data was taken using a questionnaire. Data were analyzed using Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results showed that brand awareness and product involvement affect purchase intention, but the brand image had no effect on purchase intention. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah citra merek, keterlibatan produk, dan kesadaran merek berpengaruh terhadap niat beli pada konsumen air minum dalam kemasan merek Crystalline di Jakarta. Penelitian ini melakukan survei dengan sampel acak kepada 279 responden di Jakarta. Data diambil menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran merek dan keterlibatan produk berpengaruh kepada niat beli, tetapi citra merek tidak berpengaruh terhadap niat beli.
Niat Beli Produk Power Tools: Peranan Kemasan, Persepsi Harga, Citra Merek, dan Persepsi Kualitas Ferry Herdian; Cokki
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6 No 5 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v6i5.20301

Abstract

This study aims to measure the role of packaging, price perception, brand image, and perceived quality to predict the purchase intention of power tools products. Data collection was carried out using a questionnaire instrument. The sample selection technique used is purposive sampling. Respondents were 160 power tools consumers in the province of DKI Jakarta. The data analysis technique uses Partial Least Square-Structural Equation Modeling. The results showed that packaging had a positive effect on price perception and quality perception, but not on brand image. Meanwhile, price perception, brand image, and perceived quality have a positive effect on purchase intention. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur peranan kemasan, persepsi harga, citra merek, dan persepsi kualitas untuk memprediksi niat beli produk power tools. Pengambilan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner. Teknik pemilihan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Responden adalah 160 konsumen power tools di provinsi DKI Jakarta. Teknik analisis data menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemasan berpengaruh positif terhadap persepsi harga dan persepsi kualitas, tetapi tidak terhadap citra merek. Sementara itu, persepsi harga, citra merek, dan persepsi kualitas berpengaruh positif terhadap niat beli.
Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku perpindahan pelanggan bank di Jabodetabek Kathleen; Cokki
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v7i1.22467

Abstract

This research was conducted to analyze whether perceived price, service quality, reputation, sharia compliance, and involuntary switching affect customer switching behavior in the Indonesian banking industry, especially customers domiciled in Jabodetabek. This study used 302 samples selected using the convenience sampling technique and analyzed using PLS-SEM. The study results indicate that reputation, involuntary switching, and perceived price influence customer switching behavior in Indonesian banking. Both service quality and sharia compliance do not influence customer switching behavior. However, service quality mediated by reputation affects customer switching behavior. The findings recommend that the banking industry maintain a good reputation, offer fair and flexible prices to customers, and avoid involuntary switching due to its uncontrollable nature. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis apakah persepsi harga, kualitas layanan, reputasi, kepatuhan syariah, dan perpindahan tidak disengaja memengaruhi perilaku perpindahan pelanggan di industri perbankan Indonesia, khususnya nasabah yang berdomisili di Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan 302 sampel yang dipilih dengan menggunakan teknik convenience sampling dan kemudian dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reputasi, perpindahan tidak disengaja, dan persepsi harga merupakan faktor yang memengaruhi perilaku perpindahan nasabah di perbankan Indonesia. Kualitas layanan dan kepatuhan syariah tidak dapat memengaruhi perilaku perpindahan nasabah, tetapi kualitas layanan dapat berpengaruh ketika dimediasi oleh reputasi. Temuan ini menyiratkan bahwa pihak bank harus menjaga reputasi yang baik, mempertimbangkan untuk lebih banyak menawarkan fleksibilitas harga kepada pelanggan, dan menaruh lebih banyak perhatian banyak pada perpindahan yang tidak disengaja yang disebabkan oleh alasan yang tidak dapat dikendalikan.
Factors affecting purchasing behavior on marketplace applications in Jakarta during the Covid-19 period Jovian Cahya; Cokki
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v7i2.23338

Abstract

This study aims to test the analysis of factors that influence purchasing behavior on marketplace applications, especially in the Jakarta area during the Covid-19 period. The sample taken was 132 respondents in the Jakarta area. The convenience method is used by distributing questionnaires which are then processed using PLS-SEM. The result of this study is that purchasing intentions when shopping in marketplace applications during the Covid-19 period in the Jakarta area are influenced by trust, safety, and risks. Penelitian ini bertujuan untuk menguji analisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pembelian pada aplikasi marketplace khususnya di wilayah Jakarta dalam masa Covid-19. Sampel yang diambil adalah 132 responden di wilayah Jakarta. Metode convenience digunakan dengan cara menyebarkan kuesioner yang kemudian diolah menggunakan PLS-SEM. Hasil dari penelitian ini adalah keputusan pembelian dipengaruhi oleh kepercayaan, keamanan, dan risiko pada saat berbelanja dalam aplikasi marketplace pada masa Covid-19 di wilayah Jakarta.
LINKING SERVICE QUALITY TO PATIENT LOYALTY THROUGH PATIENT SATISFACTION IN AN INDEPENDENT MEDICAL PRACTICE Stephanie Amadea; Cokki
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/022cjy94

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji peran kualitas layanan dalam mempengaruhi loyalitas pasien di praktik medis independen di Tangerang, Indonesia, melalui variabel mediasi yaitu kepuasan pasien. Meskipun sebagian besar penelitian sebelumnya mengenai kualitas layanan dan loyalitas berfokus pada pengaturan perawatan kesehatan rumah sakit atau institusional, penelitian dalam praktik medis independen masih relatif terbatas, khususnya dalam interaksi yang berpusat pada dokter di mana konsultasi pribadi adalah pertemuan layanan utama. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan pengambilan sampel berurutan, dan menganalisis 180 jawaban yang dikumpulkan melalui Google Forms online. Analisis data dilakukan melalui Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4 untuk menguji efek langsung dan mediasi antar variabel. Hasil menunjukkan bahwa kualitas layanan secara positif dan signifikan mempengaruhi kepuasan pasien dan loyalitas pasien, dengan kepuasan pasien bertindak sebagai variabel mediasi dalam hubungan ini. Di antara lima dimensi kualitas layanan, empati diidentifikasi sebagai komponen yang paling signifikan, menunjukkan bahwa komunikasi pribadi dan interaksi interpersonal sangat penting dalam layanan medis independen. Temuan ini berkontribusi pada perluasan teori kualitas layanan dalam konteks perawatan kesehatan yang berpusat pada dokter dan menawarkan implikasi praktis bagi praktisi independen untuk memprioritaskan dimensi relasional dan empatik dalam mengembangkan strategi yang berpusat pada pasien.   The aim of this study is to examine the role of service quality in influencing patient loyalty at an independent medical practice in Tangerang, Indonesia, through a mediating variable that is patient satisfaction. While most previous studies concerning service quality and loyalty have focused on hospital or institutional healthcare settings, research within independent medical practice remains relatively limited, particularly in physician-centered interactions where personal consultation is the primary service encounter.  This study used a quantitative cross sectional design with consecutive sampling, and analyzed 180 responses collected through an online Google Forms. The analysis of the data was conducted through Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) utilizing SmartPLS 4 software to test the direct and mediating effects between the variables. The results indicate that service quality positively and significantly impacts both patient satisfaction and patient loyalty, with patient satisfaction acting as a mediating variable in this association. Among the five dimensions of service quality, empathy was identified as the most significant component, suggesting that personal communication and interpersonal interaction are central in independent medical services. These findings contribute to extending service quality theory within physician-centered healthcare contexts and offer practical implications for independent practitioners to prioritize relational and empathetic dimensions in developing patient-centered strategies.