Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penentuan Sistem Pengelolaan Limbah Domestik Berkelanjutan di Wilayah Padat Penduduk Bantaran Sungai Ciliwung (Studi Kasus: Kelurahan Cililitan) Paramita, Nadia; Ningrum, Sari Sekar
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 17, No 3 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.68 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v17i3.307-315

Abstract

The Ciliwung River is one of the main rivers flowing in the DKI Jakarta area. Ciliwung has an area of 370.8 km2, with a length of 124.1 km. The Ciliwung River contributes greatly to the communities in three big cities, namely Bogor, Depok and Jakarta as a source of drinking water, a source of raw water and a source of water for irrigation. The condition of household wastewater is currently discharged directly or indirectly into river water bodies. gray water is immediately discharged into the water body without being treated. Blackwater is treated to inadequate septic tanks or discharged directly into water bodies. This condition certainly requires a fast and precise solution and handling. In terms of domestic wastewater management, both gray water and black water, at this time Cililitan village is not included in the area that is accessible to centralized wastewater piping or off-site systems and does not have land that can be used to make a communal system waste treatment so that most of the households still throw away directly into the river or using a septic tank without regular desludging. The purpose of this study is to identify the current waste management conditions in Cililitan Village and provide recommendations for the selection of a sustainable domestic waste management system that is acceptable to the community and safe for the environment.
Perempuan Baru: Pertahanan Melawan Opresi dalam Novel Astirin Mbalela Karya Suparta Brata Anggraeni, Wulan Cahya; Paramita, Nadia
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 2 No. 1 (2022): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.021.06

Abstract

Kepatuhan dalam budaya patriarki merupakan kewajiban bagi perempuan. Kebebasan diri perempuan dianggap tabu dan tidak patut untuk dibicarakan. Novel Astirin Mbalela menceritakan tokoh Astirin sebagai perempuan Jawa yang melakukan resistensi terhadap opresi yang ia terima sebagai akibat menjadi perempuan bebas. Dalam masyarakat, perempuan diposisikan sebagai inferior sehingga sering menjadi sasaran opresi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi eksistensi Astirin sebagai perempuan bebas. Kebebasan Astirin merupakan bentuk pembuktian dirinya sebagai individu merdeka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif interpretatif, dengan sumber data novel Astirin Mbalela dan data berupa peristiwa dengan konteksnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya resistensi tokoh Astirin terhadap opresi yang diterima, baik berupa resistensi fisik maupun verbal. Astirin berusaha menunjukkan eksistensinya sebagai perempuan baru yang bebas melalui cara berpakaian serta kemandiriannya. Astirin berhasil membangun citra sebagai perempuan baru, yang mampu eksis dan menyuarakan kebebasannya.