Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Estetika Dalam Lokalitas Desain Di Kota Yogyakarta dan Sekitarnya Hamim Najib Fahmi
IKONIK : Jurnal Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2022): JULI 2022
Publisher : LPPM Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ijsd.v4i2.1818

Abstract

Penanda arah merupakan suatu hal yang penting dalam menemukan sejumlah informasi. Tanpa adanya tanda maka khalayak akan merasakan kesulitan menemukan informasi. Keberadaan fisik tanda di kota Yogyakarta dan sekitar sudah merajalela di area jalanan namun tidak banyak orang dapat menjumpai khususnya di area jalan kecil sehingga masyarakat lokal pun ikut dalam mengadakan desain penanda di area yang belum banyak dijumpai. Oleh karenanya terdapat kebutuhan khusus mengenai informasi yang ada pada tanda/ simbol di mana di dalamnya menayangkan informasi pesan, bentuk, serta penyajian yang beragam berkaitan dengan standarisasi desain. Fokus penelitian ini ada pada estetika lokalitas desain di kawasan kota Yogyakarta dan sekitar. Selain menonjolkan unsur estetika tidak lain bertujuan untuk mempersuasi khalayak. Di sisi lain untuk mengetahui estetika dalam desain berhubungan dengan kode etnik/ tradisi, nilai simbolik, dan penghayatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan dilakukan dengan tahapan studi lapangan/ observasi, studi pustaka dan analisa teori pada tanda sign. Hasil temuan didapatkan keseluruhan tanda visual dan verbal berkaitan dengan tanda dan simbol di jalanan yang bertujuan sebagai petanda informasi. Lokalitas desain di kota Yogyakarta perlu ditinjau lebih dalam untuk diperoleh pengetahuan yang luas terkait bentuk, warna, pesan, dan tujuannya. Diharapkan penelitian ini dapat berkontribusi untuk masyarakat luas untuk mengenal lokalitas desain.
Exploring vernacular typography in the development of modern visual identity systems Fahmi, Hamim Najib; Adi, Gianjar Wasito; Isnaini, Ainun Aulia
The Journal of City: Branding and Authenticity Vol. 3 No. 2: (January) 2026
Publisher : Institute for Advanced Science Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jcbau.v3i2.2026.2519

Abstract

Background: This study examines how vernacular typography type forms rooted in local cultural, historical, and socio-visual traditions can be integrated into modern visual identity systems to create distinctive, culturally grounded brands. While contemporary identity design trends often prioritize minimalism and globalized aesthetics, recent research indicates a growing demand for culturally specific visual identities capable of fostering authenticity and emotional resonance among audiences. This paper investigates the visual, semiotic, and functional characteristics of vernacular typography found in Indonesian street signage, hand-painted lettering, traditional scripts, and local typographic artifacts. Methods: The study employs systematic photographic documentation of vernacular typography from diverse public environments, capturing the expressive, culturally embedded letterforms created by self-taught artisans. These artifacts are analyzed through visual semiotics, typographic structural analysis, and comparative identity evaluation to translate culturally authentic features into viable modern place branding and visual identity systems. Findings: The findings reveal that vernacular typographic features such as stroke modulation, spatial rhythm, ornamentation, and culturally embedded symbolisms can enhance brand distinctiveness when selectively adapted and standardized. Conclusion: This study proposes a design framework for integrating vernacular typographic cues into corporate and cultural branding practices, contributing to both the preservation of local visual heritage and the innovation of contemporary identity design. Novelty/Originality of this article: This article offers an original contribution by proposing a systematic design framework that translates vernacular typographic characteristics into scalable modern identity systems, positioning local visual heritage as a strategic resource for authentic and distinctive branding.