Muhammad Nafarin
Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONTRIBUSI NILAI EKONOMIS TANAMAN SISIPAN KOPI PADA PENDAPATAN PETANI DI HUTAN KEMASYARAKATAN DESA TEBING SIRING Rolly Andreas; Rina Muhayah Noor Pitri; Muhammad Nafarin
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i4.6151

Abstract

The benefits and objectives of this research are to determine the economic value of coffee inserts to farmers, to find out the income from coffee inserts and to know the income of community farmers. The research method was carried out by purposive sampling method and Tebing Siring Village was selected as a village sample based on the results of field observations. Data collection in the field is done by interview and observation, the data used are primary data and secondary data. The results showed that the results of socio-economic analysis in the implementation of the Community Forest system in Tebing Siring Village, Tanah Laut Regency, it can be concluded that the main crops found in Tebing Siring Village are rubber plants, while agricultural crops or inserts, one of which is coffee (palawija). . Farmer members manage approximately 58 Ha, of which each member is given 0.5-1.5 Ha of land to manage. Respondents' income and expenditure did not vary, this was in accordance with the area and condition of the land, the number of types of farming, management systems and the cost of paid laborKerusakan hutan di Indonesia yaitu akibat kebakaran dan pemanfaatan yang tidak bijaksana semakin besar dari tahun ke tahun. Pemerintah telah membuka kesempatan untuk masyarakat mengelola Kawasan hutan negara yang terdapat di daerahnya melalui perhutanan sosial.  Salah satu desa yang ulet dalam memajukan perhutanan social ialah Desa Tebing Siring menggunakan skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) sejak 2011. Desa tebing Siring melakukan aktivitas HKm menggunakan tumbuhan hasil hutan non kayu seperti karetdan jenis buah-buahan. Upaya diversifikasi sistem peningkatan terus menerus dikerjakan agar tidak bergantung dengan satu produk saja. Adapun manfaat beserta tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui nilai ekonomi tanaman. sisipan kopi pada petani, mengetahui pendapatan dari tanaman sisipan kopi serta mengengetahui pendapatan dari petani kemasyarakatan. Metode penelitian yang dilakukan dengan metode purposive sampling dan di pilih Desa Tebing Siring sebagai sampel desa yang berdasarkan hasil Observasi dilapangan. Pengumpulan data di lapangan dilakukan dengan cara Wawancara dan Observasi, data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil analisis ekonomi sosial ekonomi dalam penerapan sistem HKm di Desa Tebing Siring Kabupaten Tanah Laut, maka dapat disimpulkan bahwa tanaman pokok yang terdapat pada Desa Tebing Siring adalah tanaman karet sedangkan tanaman pertanian atau sisipan salah satunya terdapat tanaman kopi (palawija). Anggota tani mengelola kurang lebih sekitar 58 Ha, yang mana masing-masing anggota diberi 0,5-1,5 Ha lahan untuk di kelola. Pendapatan dan pengeluaran responden tidak berbeda – beda, hal ini sesuai dengan luas serta kondisi lahan, banyaknya ragam usaha tani, struktur pengelolaan dan biaya tenaga kerja yang diberikan