Penelitian ini mengkaji tentang gaya bahasa perbandingan dalam novel “Sirkus Pohon” karya Andrea Hirata dan implikasinnya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggambarkan gaya bahasa perbandingan pada novel “Sirkus Pohon” karya Andrea Hirata serta mendeskripsikan implikasi hasil penelitian terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pendekatan objektif. Wujud data dalam penelitian ini berupa kata, kalimat, dan klausa yang berisi gaya bahasa perbandingan dalam novel “Sirkus Pohon” karya Andrea Hirata. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini dengan teknik baca, catat, dan teknik pustaka. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu teknik analisis deskriptif dengan mendeskripsikan gaya bahasa yang terdapat dalam novel “Sirkus Pohon” karya Andrea Hirata. Penyajian hasil analisis data memakai metode informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam novel “Sirkus Pohon” karya Andrea Hirata gaya bahasa perbandingan yang meliputi: 1) perumpamaan 62,21%, 2) metafora 5,79.%, 3) personifikasi 15,94%, 4) depersonifikasi 1,44%, 5) alegori 1,44%, 6) anistesis 1,44%, 7) pleonasme dan tautologi 2,89%, 8) perifrasis 1,44%, 9) antisipasi atau prolepsis 1,44, dan 10) koreksi atau epanortosis 2,89%. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan pada pembelajaran bahasa Indonnesia di SMA keas XII pada kompetensi dasar 3.9 Menganalisi isi dan kebahasaan novel, dengan materi unsur ekstrinnsik dan intrinsik serta unsur kebahasaan (ungkapan, majas, dan peribnahasa).