Didi Sartika
Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Takengon

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MANAJEMEN BRAND INDUSTRI HANDICRAFT SEBAGAI ASET DALAM PENGEMBANGAN POTENSI WISATA SYARIAH DI TANAH GAYO Ayu Rahma Nengsi; Didi Sartika
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v5i2.931

Abstract

Industri kreatif kerajinan tangan, mampu meningkatkan pengembangan pariwisata, mengingat bisnis pariwisata syariah menjadi lahan yang sangat menjanjikan saat ini. Ditengah resesi ekonomi di masa pandemi, pariwisata tetap menunjukkan peningkatan trend positif. Penelitian ini berusaha menganalisis keberadaan brand lokal dalam pengembangan potensi pariwisata syariah di dataran tinggi gayo (Aceh). Observasi dilakukan dilokasi wisata dan industri kerajinan tangan. Dinas pemerintahan terkait, para pelaku pariwisata, para pengrajin dan pengusaha kerajinan tangan menjadi informan yang dipilih. Analisis data dilakukan saat pengumpulan data lapangan berlangsung dan setelah pengumpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa para pengusaha dan pengrajin belum menyadari bahwa industri kerajinan tangan dapat meningkatkan pengembangan potensi wisata, secara tak langsung berimbas pada peningkatkan perekonomian masyarakat. Hal ini dapat terwujud jika brand lokal diorganisasikan secara maksimal, melalui sistem promosi serta pemasaran yang tepat dan disandingkan dengan setiap kegiatan wisata yang berlaku. Minimnya sumber daya manusia dari para pelaku dan keterbatasan pemahaman dari singkronosasi antara industri kerajinan tangan dalam bisnis pariwisata, membuat mereka kurang lihai dalam melihat setiap potensi dan kesempatan yang ada. Dalam hal ini, diidentifikasikan bahwa merealisasikan sertifikasi produk serta memasukkan brand lokal, dalam setiap proses manajemen pengorganisasian destinasi wisata, menjadi sangat penting agar dapat saling mendukung satu sama lain.