Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membangun Generasi Muda Yang Sehat Dengan Menggunakan Internet Dengan Bijak Hendi Hendi; Budi Harsono; Rendy Diaz Hilrian; Jenny Edly Sunyoto; Misnawati Misnawati; Yulias Hidayah
National Conference for Community Service Project (NaCosPro) Vol 4 No 1 (2022): The 4th National Conference of Community Service Project 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/nacospro.v4i1.6998

Abstract

Seiring berjalannya waktu penggunaan Internet tidak hanya sebagai media komunikasi tetapi internet bisa memiliki banyak fungsi seperti sebagai media perbelanjaan, media promosi, media informasi dan sekarang di 2022 semenjak kasus pandemi Covid-19 Internet banyak dimanfaatkan oleh media pendidikan sebagai langkah awal dalam menghadapi kemajuan tekonologi dan langkah dalam meningkatan mutu pendidikan anak bangsa. Namun karna cangkupan internet sangat luas, sering kali oknum yang menyalahgunakannya sehingga perlu adanya pengedukasian mengenai cara berinternet yang sehat dan aman. Maka dari itu melalui National Conference for Community Service Project (NaCosPRO) yang merupakan Projek dari suatu Mata Kuliah Kewarganegaraan dalam bentuk Pengabdian Masyarakat, memiliki tujuan untuk mengembangkan Pendidikan karakter dengan pendekatan pertisipatif, penulis mengadakan sosialisasi dengan luaran SMAN 1 TELUK BINTAN. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan edukasi dan arahan akan pentingnya penggunaan internet yang sehat, aman dan dapat menggunakan internet secara bijak. Metode Pelaksanaan kegiatan yang digunakan yaitu metode penyuluhan sosialisasi dan menggunakan Teknik data kualitatif untuk menganalisis data yang diperoleh. Melalui pelaksaan program ini diharapkan akan menghasilkan kalangan pelajar yang dapat memaksimalkan dampak positif dari penggunaan internet yang sehat dan aman dan meminimalkan dampak negatif berinternet sehingga terciptanya kalangan pelajar dan masyarakat yang cerdas dan kritis kedepannya.
The Role of Board Composition on ESG Disclosure: An Analytical Study in Indonesia Iskandar Itan; Rendy Diaz Hilrian; Mariska Ramadana
Owner : Riset dan Jurnal Akuntansi Vol. 9 No. 4 (2025): Artikel Riset Oktober 2025
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/owner.v9i4.2817

Abstract

Market capitalization and Environmental, Social, and Governance (ESG) disclosure have become increasingly interconnected in contemporary corporate governance, yet the mechanisms through which board composition influences ESG transparency in emerging markets remain insufficiently explored. This study examines the relationship between board characteristics and ESG disclosure quality among Indonesian listed companies, specifically analyzing how these relationships manifest across different market capitalization thresholds. Using panel data regression analysis of 256 observations from 64 Indonesian Stock Exchange companies over 2019-2022, this research investigates the effects of board size, board meetings, female board representation, audit committee size, nomination and remuneration committee size, and board compensation on ESG disclosure practices. The study addresses a critical research gap by providing empirical evidence from Indonesia's underrepresented emerging market context, where corporate governance structures and disclosure practices differ markedly from Western frameworks. Results reveal that market capitalization demonstrates no significant impact on ESG disclosure quality, contradicting conventional expectations. Board size and female director representation exhibit unexpected negative relationships with ESG disclosure, suggesting coordination challenges and potential tokenistic appointments within Indonesian contexts. Conversely, audit committee size, nomination and remuneration committee size, and board compensation demonstrate robust positive associations with ESG transparency, highlighting their critical roles in enhancing oversight capacity and aligning managerial incentives. This research contributes theoretically by challenging universal governance prescriptions and demonstrating contextual variations in board mechanism effectiveness within emerging economies. Practically, findings suggest Indonesian corporations should prioritize committee-based governance structures and performance-linked compensation over numerical board expansion. Policymakers should emphasize substantive governance effectiveness through director training and accountability mechanisms rather than mandating demographic diversity targets alone. Future research should pursue longitudinal analysis and qualitative investigations to illuminate temporal dynamics and cultural mechanisms underlying governance-ESG relationships in Southeast Asian markets.