Eko Supriyanto
Politeknik Negeri Pontianak

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INISIASI PEMBINAAN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH MELALUI METODE DABETULKA DI KABUPATEN SANGGAU DALAM PERSPEKTIF WHOLE OF GOVERMENT Eko Supriyanto
JURNAL PERSPEKTIF ADMINISTRASI DAN BISNIS Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38062/jpab.v3i2.438

Abstract

Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagai subsektor dari usaha kecil dan menengah merupakan salah satu solusi bagi pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja dan lapangan usaha bagi masyarakat. Upaya pembinaan subsektor ini ternyata melibatkan banyak pihak terkait sehingga memerlukan upaya yang terpadu guna memberikan kemudahan bagi pelaku IKM dan menjamin keberlangsungan serta perkembangan usahanya. Dalam rangka memberikan pelayanan yang terpadu dalam pembinaan IKM, Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menginisiasi suatu metode pembinaan yang dimulai dari pendampingan dalam pembentukan usaha IKM, pendampingan penyusunan proposal, penyediaan kartu IKM (IKMers Card) bagi IKM yang telah terdaftar dan pembangunan gerai IKM (Metode DABETULKA). Berkenaan dengan pendekatan Whole of Government (WoG) dalam pelayanan publik, penulis melakukan pengkajian kesesuaian antara desain metode DABETULKA dengan prinsip-prinsip WoG tersebut. Melalui pengkajian terhadap faktor-faktor pemungkin (enabler) WoG, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode DABETULKA merupakan salah satu bentuk implementasi pendekatan WoG dalam pelayanan publik, khususnya dalam pembinaan IKM, meskipun masih diperlukan beberapa penyempurnaan agar berjalannya proses dan ketercapaian tujuan dapat benar-benar sesuai dengan prinsip-prinsip WoG.
DAMPAK KEJADIAN BENCANA ASAP AKIBAT KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN TERHADAP SEKTOR SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT Eko Supriyanto
JURNAL PERSPEKTIF ADMINISTRASI DAN BISNIS Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38062/jpab.v6i1.1017

Abstract

Provinsi Kalimantan Barat sebagai bagian dari wilayah negara Indonesia dapat dikatakan daerah yang rawan terhadap bencana baik bencana alam maupun non alam. Kejadian bencana yang sering terjadi di Provinsi Kalimantan Barat dan bisa dikatakan hampir setiap tahun terjadi yaitu bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan, banjir, tanah longsor dan puting beliung. Oleh karena itu diperlukan adanya kesiapan dalam penanganan dari masyarakat dan instansi terkait untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah dampak kejadian bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan terhadap sektor social dan ekonomi dalam masyarakat. Penelitian terhadap kejadian bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Barat perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dampak yang dialami masyarakat ditinjau dari dampak social dan ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  metode penelitian kualitatif yaitu dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber pustaka, wawancara dengan unsur pemerintah  (Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Barat)  serta pengamatan langsung di lapangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan membawa berbagai dampak dalam kehidupan masyarakat dari terutama social dan ekonomi serta kerugian negara