Prevelansi bayi berat lahir rendah (BBLR ) diperkirakan 15 % dari seluruh kelahiran di dunia. Bayi Kurang Bulan dan BeratLahir Rendah adalah salah satu utama kematian Neonatus. Faktor resiko BBLR secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi faktor ibujanin dan keluarga. Faktor ibu adalah usia, usia kehamilan, paritas, riwayat abortus, preeclampsia, eklampsia, pendidikan terakhir. Faktorjanin adalah kehamilan ganda, hidramnion, jenis kelamin. Faktor keluarga adalah status ekonomi.Bentuk Penelitian laporan pengalaman belajar riset ini adalah survey analitis retrospektif. Data hasil penelitian merupakan data rekammedis persalinan 1 januari-31 Desember 2008 di rumah sakit, rumah bersalin, praktik bidan di kecamatan seberang ulu II.Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah proporsi BBLR dan BBLSR, dan faktor resiko BBLR yaitu usia ibu, usia kehamilan,paritas, riwayat abortus, preeclampsia, eklampsia, pendidikan terakhir ibu, hidramnion, kehamilan ganda, jenis kelamin dan statusekonomi. Proporsi BBLR didapatkan sejumlah 278 dari 1815 angka kelahiran bayi (18,2%) Proporsi BBLR didapatkan sejumlah 52 dari1815 angka kelahiran bayi (2,9%). Berdasarkan analisis bivariate dan multivariate didapatkan faktor resiko terhadap kejadian BBLR yaituusia kehamilan (p value= 0,000), Preeklampsia (p value =0,000), hidramnion (p value= 0,000), kehamilan ganda (p value =0,000) danJenis Kelamin (p value= 0,018)Dengan mengetahui faktor risiko terhadap kejadian BBLR diharapkan dapat menurunkan angka kejadian BBLR . Pemeriksaan ante natalcare dan menjaga kesehatan ibu dan janin perlu ditingkatkan dalam menurunkan angka kejadian BBLR. Diperlukan kerjasama antarapemerintah dan ibu dalam menurunkan angka kejadian BBLR demi terwujudnya kesehatan Ibu dan Anak menuju Kesehatan danKemajuan Bangsa.