Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STATUS KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN DAS MANDAR DI SULAWESI BARAT, INDONESIA Ritabulan Ritabulan; Rosmaeni Rosmaeni; Rhanty Alimuddin
Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan
Publisher : Centre for Research and Development on Social, Economy, Policy and Climate Change

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jakk.2022.19.2.101-116

Abstract

Sungai Mandar adalah salah satu entitas budaya yang penting bagi peradaban masyarakat Mandar di Sulawesi Barat. Pada kenyataannya, keberadaan Sungai Mandar dan DAS Mandar secara umum menghadapi berbagai ancaman bagi kelestariannya, seperti banjir dan tanah longsor. Untuk mengatasi permasalahan ini sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), pengelolaan DAS Mandar perlu dilakukan dengan mengintegrasikan dimensi ekologi, ekonomi, sosial, kelembagaan dan teknologi di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengukur status keberlanjutan Daerah Aliran Sungai (DAS) Mandar; dan (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh (sensitif) terhadap keberlanjutan pengelolaan DAS Mandar. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan kajian literatur. Analisis data menggunakan pendekatan analisis deskriptif dan analisis Multidimensional Scaling (MDS) dengan alat analisis berupa rapfish/rapDASMandar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status keberlanjutan pengelolaan DAS pada dimensi ekologi adalah cukup berkelanjutan; pada dimensi sosial dan kelembagaan terkategori kurang berkelanjutan; dan pada dimensi ekonomi dan teknologi, sub DAS Mandar hulu dan tengah masuk dalam kategori kurang berkelanjutan. Status keberlanjutan multidimensi pengelolaan DAS Mandar terkategori kurang berkelanjutan. Terdapat 13 faktor yang perlu mendapat perhatian untuk memperbaiki status keberlanjutan pengelolaan DAS mandar, terutama pada dimensi teknologi, kelembagaan dan sosial.
Pengaruh Kombinasi Tanaman Kehutanan Dan Pertanian (Agroforestri) Terhadap Laju Infiltrasi Di Sub-DAS Mandar: The Effect of a Combination Of Forestry And Agricultural Crops (Agroforestry) on Infiltration Rate In The Mandar Sub-Watershed Rosmaeni Rosmaeni rosmaeni; Nurmaranti Alim Nurmaranti Alim; Tri Utami Ramadhani Tri Utami Ramadhani
Jurnal Ecosolum Vol. 15 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ecosolum.v15i1.50786

Abstract

Changes in forest land use trigger watershed hydrological degradation in the form of increased surface runoff. This study examines the effect of agroforestry vegetation combinations on infiltration rates in the Mandar Sub-watershed on three types of cover: Falcataria moluccana + Coffea sp, Gmelina arborea + Coffea sp., and Gmelina arborea + Gliricidia sepium. Infiltration rates were measured in-situ using a double ring infiltrometer at 10-minute intervals and modeled using the Horton equation. Soil physical characteristics (bulk density, particle density, porosity, permeability, organic matter, and texture) were analyzed by taking intact soil samples. The analysis results showed that the average infiltration rate of the Falcataria moluccana + Coffea sp. combination reached 14,65 cm/hour (fast category), surpassing Gmelina arborea + Coffea sp. (11,71 cm/hour) and Gmelina arborea + Gliricidia sepium (11.69 cm/hour) which were categorized as rather fast. Soil physical properties significantly influence infiltration capacity, with Pearson correlation analysis showing a strong positive linear relationship between permeability (r = 0,979), porosity (r = 0,972), and sand content (r = 0,659).