Taslia Taslia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh terhadap mortalitas ulat tritip (Plutella xylostella) Taslia Taslia; Tuti Heiriyani; Rabiatul Wahdah
Agrovigor Vol 15, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v15i2.13429

Abstract

Tanaman sawi merupakan tanaman sayuran yang cukup populer dan banyak ditanam di Indonesia. Petani Indonesia terus meningkatkan produksi dan kualitas tanaman sayur budidayanya, namun mengalami beberapa kendala. Salah satu kendala budidaya tanaman sawi adalah adanya serangan hama utama yaitu hama ulat tritip (Plutella xylostella), oleh karena itu perlu dilakukan pengendalian. Pestisida nabati dapat digunakan untuk pengendalian ulat tritip (Plutella xylostella) yang tidak bersifat racun bagi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh terhadap mortalitas dan waktu kematian ulat tritip (Plutella xylostella). Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada bulan April sampai bulan Juni 2021 dan dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan perlakuan b1 (kontrol), b2 (10% ekstrak daun belimbing wuluh), b3 (20% ekstrak daun belimbing wuluh), b4 (30% ekstrak daun belimbing wuluh) dan b5 (40% ekstrak daun belimbing wuluh). Perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga didapat 20 satuan percobaan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun belimbing wuluh berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas ulat tritip (Plutella xylostella) namun tidak berpengaruh terhadap waktu kematian. Perlakuan terbaik terdapat pada b2 yaitu konsentrasi 10% dengan mortalitas 1,25% dan waktu kematian 1,50 ekor/jam pada pengamatan jam ke 12 dan 0,75 ekor/jam pada pengamatan jam ke 24.