Di era digital membuat segala hal dalam kehidupan menjadi serba digital, hal ini membuat segala aspek kehidupan menjadi lebih efektif dan akan memudahkan para penggunanya. Sebagian besar masyarakat sudah memiliki perangkat telepon genggam dengan berbagai macam kepentingan, mulai dari membaca berita, berbelanja, memesan layanan pesan antar, belajar, media sosial, permainan hingga bertukar pesan. Pada saat ini, salah satu media bertukar pesan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah Whatsapp. Dikutip dari data Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berisikan bahwa pengguna internet di Indonesia terdapat 171 juta atau 64,4 persen menggunakan internet, dimana 171 juta warga Indonesia 83 persennya menggunakan Whatsapp. Dari sekian banyak pengguna Whatsapp itu berasal dari berbagai kalangan usia, baik anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia. Terlebih media komunikasi yang digunakan untuk bertukar pesan layaknya Whatsapp merupakan media utama bagi sanak keluarga yang terpisah jarak agar tetap dapat saling bersilaturahmi dengan kakek atau neneknya. Namun masalah muncul ketika kemajuan teknologi yang begitu cepat membuat para lansia gagap akan kemajuan tersebut, hal ini menimbulkan beberapa problematika tersendiri. Beberapa hambatan yang dialami lansia dalam menggunakan teknologi khususnya Whatsapp yaitu mulai dari hambatan interpersonal, hambatan struktural dan hambatan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika penggunaan Whatsapp di kalangan lansia sebagai media bertukar pesan di era digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam. Peneltian ini menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz, sebagai dasar untuk menganalisa fokus permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini.