Albertus Prasojo, Albertus
Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sastra Wayang sebagai Alternatif dalam Pengajaran Sastra Indonesia Berbasis Kearifan Lokal pada era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) Prasojo, Albertus
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v20i.1373

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai eksplorasi kearifan lokal pengajaran sastra Indonesia pada era VUCA melalui mata kuliah Sastra Wayang yang diterapkan di Prodi Sastra Indonesia, FIB Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Hadir dan berkembangnya trend VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) merupakan sebuh keniscayaan atas perkembangan teknologi dan budaya, sehingga memberikan pengaruh secara signifikan tak terkecuali dalam hal identitas. Tujuan dalam penulisan ini adalah; 1) menjabarkan konteks Sastra Wayang sebagai alternatif kearifan lokal khususnya di wilayah Jawa, sebagai modal dalam narasi lokalitas pada era VUCA; 2). Menjabarkan eksistensi Sastra Wayang sebagai bentuk lokalitas Jawa yang berkorelasi terhadap alternatif dalam menghadapi era VUCA. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriftif dengan menggunakan teori lokalitas, berkenaan dengan prinsip yang mengatur organisasi dan pemrosesan struktur berdasarkan kedekatan atau keeratan element penyusunnya. Hasil penelitian menunjukkan: 1). Berkaitan dengan konteks Wayang, terdapat relevansi antara sastra dan cerita pewayangan yang bersumber dari adaptasi baru atas cerita Epos ke dalam Wayang, yang dapat menghadirkan pemaknaan sebagai lokalitas di dalam cerita-cerita tersebut; 2). Eksistensi sastra Wayang sebagai bentuk lokalitas Jawa yang berkorelasi terhadap alternatif dalam menghadapi era VUCA, berkaitan dengan aspek kultural yang masih menjaga eksistensi pertunjukan Wayang, berikut dengan transformasi dalam bentuk lain seperti adaptasi dalam novel, sehingga menguatkan Wayang sebagai tuntunan hidup masyarakat Jawa pada umumnya.