Mommed Alghiffar Alwlid
Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kurikulum Pendidikan Islam Saiwanto Saiwanto; Mommed Alghiffar Alwlid; Abdul Haris; Syamsul Rizal Yazid
Jurnal sosial dan sains Vol. 2 No. 9 (2022): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1432.156 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v2i9.481

Abstract

Latar Belakang: Kurikulum pendidikan Islam adalah semua aktivitas, pengetahuan dan pengalaman yang dengan sengaja dan secara sistematis diberikan oleh pendidik kepada anak didik dalam rangka tujuan pendidikan Islam, maka kurikulum pendidikan Islam itu merupakan satu komponen pendidikan agama berupa alat untuk mencapai tujuan. Ini bermakna untuk mencapai tujuan pendidikan agama (pendidikan Islam) diperlukan adanya kurikulum yang sesuai dengan tujuan pendidikan Islam dan bersesuaian pula dengan tingkat usia, tingkat perkembangan kejiwaan anak dan kemampuan pelajar Tujuan: Menganalisis kurikulum pedidikan islam di Indonesia, serta menganalisis solusi perbaikan kurikulum pendidikan islam Metode : Deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif, yang dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder. Sumber data diperoleh melalui teknik penelitian kepustakaan (library study) yang mengacu pada sumber yang tersedia baik online maupun offline Hasil: Dalam melaksanakan pendidikan Islam diperlukan beberapa faktor yang turut menunjang berhasil atau tidaknya suatu proses pendidikan. Faktor-faktor tersebut meliputi faktor pendidik, faktor anak didik dan faktor lembaga pendidikan, Prinsip dasar kurikulum pendidikan Islam adalah sebagai berikut pertama, berjalan sempurna dengan ajaran Islam, membangun keseimbangan dunia dan akhirat, menempatkan pendidik dalam posisi terhormat. Kesimpulan: Solusi perbaikan kurikulum pendidikan islam terimplementasi melalui didirikannya, berbagai inovasi pengembangan madrasah telah dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian. Ketika Mukti Ali menjabat sebagai Menteri Agama, ia menawarkan konsep alternatif pengembangan madrasah sebagai mana yang sempat penulis singgung di atas, yakni melalui SKB 3 Menteri, yang berusaha menyejajarkan kualitas madrasah dengan non-madrasah, dengan porsi kurikulum 70 % umum dan 30 % agama.