Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MARITIME CULTURE IMPLEMENTATION OF THE BAJAU SETTLEMENT – A CASE STUDY OF SAMA BAHARI VILLAGE, WAKATOBI ISLANDS Nurul Istiqamah Ulil Albab
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v9i2.18042

Abstract

The Bajau as a group of indigenous ‘sea nomad’ considered as the representatives of the maritime community, who have a unique way of dwelling, kept close to the shore by erecting houses on stilts. This research is to reveal the composition principles of the Bajau settlement with its unique “on the sea” environment in Sama Bahari village, Wakatobi Regency, Southeast Sulawesi province, and to correlate maritime culture to their dwelling for the local genius identification in a spatial context. Their habit regarding maritime was defined to the term of space, such as the existing facilities on the environment and their land plot to support seafaring activities. The structure of constructed house and infrastructure were built to support their way of moving and their need to survive in the condition of the maritime realm.
PENERAPAN METODE WEIGHTED OVERLAY DALAM ANALISIS TINGKAT KERENTANAN BENCANA TSUNAMI DI KECAMATAN UJUNG BULU KABUPATEN BULUKUMBA Andi Tenri Khalik Jabbar; Ilham Alimuddin; Nurul Istiqamah Ulil Albab
Teknosains Vol 16 No 2 (2022): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v16i2.27456

Abstract

Sempadan pantai merupakan wilayah daratan yang paling dekat dengan laut sehingga sangat rentan dengan bencana seperti tsunami. Menurut sejarah, Kecamatan Ujung Bulu sebagai bagian dari Kabupaten Bulukumba pernah mengalami bencana Tsunami pada tahun 1820. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi tingkat kerentanan tsunami di Kecamatan Ujung Bulu sebagai salah satu upaya mitigasi yang dapat dilakukan. Metode analisis yang digunakan adalah weighted overlay dengan memanfaatkan teknik tumpang susun (overlay), scoring, dan pembobotan pada peta jarak dari garis pantai, jarak dari sungai, ketinggian, dan kemiringan lereng dengan menggunakan teknologi GIS. Hasil penelitian ini mengelompokkan kerentanan terhadap bencana tsunami di Kecamatan Ujung Bulu dalam 3 tingkatan kerentanan tsunami yaitu kerentanan tinggi 49,43%, kerentanan sedang 35,14%, dan kerentanan rendah 15,43%.
POTENSI PENGEMBANGAN LAHAN KETRANSMIGRASIAN PADA DESA TANJUNG LABU KECAMATAN RANTAU PULUNG KABUPATEN KUTAI TIMUR Nurul Istiqamah Ulil Albab
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v11i2.33546

Abstract

Daerah transmigrasi di Kabupaten Kutai Timur telah berkembang menjadi desa dengan komoditi unggulan masing-masing. Desa Tanjung Labu merupakan salah satu desa yang berasal dari kawasan transmigrasi SP.VI Rantau Pulung. Keberadaan program transmigrasi telah mendorong percepatan pembangunan pada daerah-daerah di luar pulau Jawa tak terkecuali Kabupaten Kutai Timur. Desa Tanjung Labu sebagai kawasan ex-transmigrasi masih memiliki potensi yang dapat dimaksimalkan. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan potensi pengembangan lahan dalam mendukung ketransmigrasian meliputi identifikasi potensi lahan, ketersediaan sarana dan prasarana, serta komoditas unggulan yang berada dalam kawasan ex-transmigrasi untuk dikembangkan dan ditingkatkan produksinya sehingga mampu menunjang pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Timur pada umumnya dan Desa Tanjung Labu pada khususnya. Kata Kunci : lahan, transmigrasi, rantau pulung
TINGKAT BAHAYA BANJIR DI KAWASAN SUB DAS MASAMBA KABUPATEN LUWU UTARA Wulan Ramadana; Ilham Alimuddin; Nurul Istiqamah Ulil Albab
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i1.40838

Abstract

ABSTRAK Sub DAS Masamba merupakan salah satu dari 3 sub DAS yg ada di Kecamatan Masamba yang berada di daerah perkotaan yang wilayahnya mencakup Kelurahan Bone, Desa Baloli, Desa Lapapa, Desa Laba, Desa Lero dan Desa Kamiri. Sub DAS Masamba merupakan sub DAS yang sering meluap ketika curah hujan yang tinggi dikarenakan daerah alirannya sudah terbangun banyak permukiman. Jenis bahaya dalam penelitian ini yaitu bahaya bencana banjir yang dapat terjadi di setiap tahun bahkan bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya banjir di Sub DAS Masamba Kabupaten Luwu Utara. Dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder, untuk bahaya bencana banjir didasarkan oleh curah hujan yang tinggi, kemiringan lereng, ketinggian, penggunaan lahan, tekstur tanah dan jarak dari sungai dan dilakukan analisis overlay untuk menghasilkan tingkat bahaya bencana banjir di wilayah Sub DAS Masamba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Sub DAS Masamba memiliki tingkat bahaya yang rendah hingga tinggi akan bencana banjir. Kata Kunci : Overlay, bahaya, bencana banjir, Sub DAS Masamba
STRATEGI PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DAERAH RAWAN BENCANA KOTA BAUBAU Yaumul Asifah; Andi Sugiawarti Putri; Nurul Istiqamah Ulil Albab; Aulia Apriliyanti
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i2.42493

Abstract

Baubau merupakan salah satu kota yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara dan termasuk daerah rawan bencana kategori kelas risiko tinggi berdasarkan data Indeks Risiko Bencana Indonesia Tahun 2022 untuk indeks ancaman multi bencana dan berada pada peringkat 18 (delapan belas) dalam indeks risiko bencana multi ancaman Kabupaten Kota se-Indonesia dengan total skor 194,80 kelas risiko tinggi. Sedangkan pada skala Provinsi Sulawesi Tenggara, Kota ini menduduki urutan teratas pada indeks risiko bencana per Kabupaten/Kota se Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan informasi mengenai tingkatan kerawanan bencana tsunami di Kota Baubau serta memberikan strategi dan rencana pengembangan infrastruktur pada daerah rawan bencana di kawasan pesisir Kota Baubau khusunya pada Kecamatan Wolio, Kecamatan Batupoaro, dan Kecamatan Betoambari. Metode analisis yang digunakan adalah Teknik weighted overlay pada peta jarak dari garis pantai, jarak dari sungai, ketinggian dan kemiringan lereng menggunakan software GIS. Hasil penelitian ini mengelompokkan kerentanan tsunami di Kota Baubau yaitu kerentanan tinggi 0,58 km2, kerentanan sedang 1,49 km2 dan kerentanan rendah 3,91 km2. Kemudian di kelompokkan lagi kedalam tiga kategori Kawasan I (kerusakan tinggi), Kawasan II (kerusakan sedang) dan Kawasan III (kerusakan rendah) untuk menentukan strategi pengembangan infrastruktur yang akan dilakukan. Kata-kunci : Infrastruktur, Mitigasi, Tsunami, Weighted Overlay
Marine Tourism Development in Mattiro Matae Village Liukang Tupabbiring District Pangkajene and Islands Regency: Defining Minawisata Concept St. Nur Annisa; Nurul Istiqamah Ulil Albab; Khairul Sani Usman
Proceedings International Conference on Marine Tourism and Hospitality Studies Vol. 1 No. 1 (2024): Proceedings International Conference on Marine Tourism and Hospitality Studies
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/iconmths.v1i1.441

Abstract

Minawisata is an economic development that integrates the marine, fisheries, and tourism sectors. Mattiro Matae Village, as a marine conservation area, has great potential to become a center for conservation-based marine tourism. This study aims to assess land suitability and formulate a strategy for developing minawisata in the village. Using quantitative descriptive methods, data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out using land suitability analysis and SWOT. The results of the study showed that Mattiro Matae Village has a tourism suitability index of 100% for the fisheries sector, indicating enormous potential. However, the development of minawisata in this village still faces challenges, such as suboptimal local government management and low public understanding of the importance of conservation. Based on the SWOT analysis, the strategies for developing minawisata in Mattiro Matae Village include leveraging natural beauty and biodiversity, improving accessibility and public facilities, implementing environmental monitoring systems, and providing training and education to enhance community involvement and awareness of conservation