p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PIONIR
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TEKNIK PENGOLAHAN AIR BERSIH DENGAN SISTEM SARINGAN PASIR LAMBAT (DOWNFLOW) YANG BERSUMBER DARI DI SUNGAI ASAHAN 1Ferry Anderson ,
JURNAL PIONIR Vol 8, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pionir.v8i2.2834

Abstract

ABSTRAKAir merupakan sumber daya yang sangat diperlukan oleh makhluk hidup baik untuk memenuhi kebutuhan maupun menopang hidupnya secara alami. Beberapa sumber air yang tersedia, penduduk Indonesia sebagian besar menggunakan air permukaan terutama air sungai dan air sumur. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Kementrian lingkungan Hidup (KLH) pada tahun 2022 bahwa 70– 75 % sungai di 33 provinsi Indonesia telah tercemar. Polutan dominan yang mencemari sungai berasal dari limbah domestik (limbah berasal dari rumah tangga). Untuk meningkatkan kebutuhan dasar masyarakat mengenai kebutuhan air bersih, maka perlu disesuaikan teknologi yang sesuai dengan tingkat penguasaan teknologi dalam masyarakat itu sendiri. Salah satu alternatif yakni dengan menggunakan teknologi pengolahan air sederhana dengan saringan media berbutir yaitu pasir. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sistem SPL dalam menaikkan nilai pH belum menunjukkan hasil yang siginifikan. Penyaringan dengan ketebalan pasir 110 cm merupakan saringan paling efektif karena mampu menaikkan pH dari 7 Untuk parameter kekeruhan pada ketebalan pasir 110 cm mengurangi kekeruhan dari 66 NTU menjadi 43 NTU dengan debit air 0,0302 m3/jam dan kecepatan 0,1 m/jam. Ketebalan pasir 110 cm mengurangi kekeruhan dari 90 NTU menjadi 10 NTU dengan debit air 0,0156 m3/jam dan kecepatan 0,11 m/jam. Ketebalan pasir 70 cm mengurangi kekeruhan dari 90 NTU menjadi 6 NTU dengan debit air 0,0288 m3/jam dan kecepatan 0,188 m/jam. Hal ini menunjukkan variasi ketebalan pasir untuk sistem SPL sangat berpengaruh untuk mengetahui efektifitas saringan dalam mengolah air menjadi air bersih terutama pada parameter kekeruhan.  
KAJIAN TEKNIK PENGOLAHAN AIR BERSIH DENGAN SISTEM SARINGAN PASIR LAMBAT (DOWNFLOW) YANG BERSUMBER DARI DI KABUPATEN BATU BARA 1Ferry Anderson ,
JURNAL PIONIR Vol 8, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pionir.v8i2.2835

Abstract

Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi yang mempunyai kawasan wilayah pesisir yang sangat luas, sehingga memiliki potensi yang sangat besar dalam menghasilkan sumberdaya perikanan dan lautan (1). Potensi  perikanan dan kelautan Sumatera Utara berasal dari budidaya laut 100.000 Ha, budidaya air tawar 81.372,84 Ha, terdiri budidaya tambak 20.000 Ha, dan perairan umum 155.797 Ha (2). Salah  satu  kabupaten  di  wilayah  pesisir  Pantai  Timur  Sumatera  Utara  yang memiliki potensi besar adalah Kabupaten Batu Bara dengan luas wilayah 904,96 km2. Pada wilayah ini terdapat 21 desa pesisir yang terletak di 5 kecamatan dengan panjang pantai  58  km salah satunya kecamatan Talawi.   Hasil penelitian menunjukan bahwa Sistem SPL dalam menaikkan nilai pH belum menunjukkan hasil yang siginifikan. Penyaringan dengan ketebalan pasir 110 cm merupakan saringan paling efektif karena mampu menaikkan pH dari 7 Untuk parameter kekeruhan pada ketebalan pasir 110 cm mengurangi kekeruhan dari 66 NTU menjadi 43 NTU dengan debit air 0,0302 m3/jam dan kecepatan 0,1 m/jam. Ketebalan pasir 110 cm mengurangi kekeruhan dari 90 NTU menjadi 10 NTU dengan debit air 0,0156 m3/jam dan kecepatan 0,11 m/jam. Ketebalan pasir 70 cm mengurangi kekeruhan dari 90 NTU menjadi 6 NTU dengan debit air 0,0288 m3/jam dan kecepatan 0,188 m/jam. Hal ini menunjukkan variasi ketebalan pasir untuk sistem SPL sangat berpengaruh untuk mengetahui efektifitas saringan dalam mengolah air menjadi air bersih terutama pada parameter kekeruhan.