Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Kue Lumpur Substitusi Tepung Kulit Buah Naga Merah sebagai Makanan Selingan Mengandung Antioksidan Marella Adhania Dewanto; Heri Warsito; Alinea Dwi Elisanti
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 2 No. 10 (2022): October 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v2i10.1455

Abstract

Free radicals and consumption of unbalanced nutritional needs become the main cause of degenerative diseases. This study aims to examine the manufacture of mud cakes substituted with red dragon fruit peel flour (Hylocereus polyrhizus) as a source of antioxidants. This study using a completely randomized design with 5 treatment formulations of red dragon fruit peel flour: wheat flour is 5%:95%, 10%:90%, 15%:85%, 20%:80%, 25%:75% with 5 repetitions. The antioxidant activity was between 9,8-19,4%. The best treatment was P1 (5% red dragon fruit peel flour: 95% wheat flour) with 9,8% antioxidant activity. The serving size of mud cake is two pieces (weight are 150g), the nutritional value is 301.5kcal of energy, 9.6g of protein, 16.5g of fat, 28.5g of carbohydrates.
Studi Pembuatan Permen Marshmallow Jambu Biji Merah sebagai Makanan Selingan untuk Pencegahan Penyakit Degeneratif ritma ratri; Heri Warsito
HARENA : Jurnal Gizi Vol 2 No 3 (2022): HARENA: Jurnal Gizi (Agustus 2022)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/harena.v2i3.2969

Abstract

Berdasarkan Hasil Riset Kesehatan (2018) di Indonesia angka kejadian penyakit degeneratif semakin meningkat yaitu Prevalensi stroke dari 7% menjadi 10,9%, diabetes melitus dari 6,9% menjadi 1,5%, hipertensi dari 25,8% menjadi 34,1%, dankanker naik dari 1,4‰ menjadi 1,8%.Penelitian ini bertujuan mengkaji pembuatan marshmallow dengan penambahan jambu biji merah sebagai alternatif makanan selingan sumber antioksidan. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 formulasi yaitu 10%:100%, 20%:90%, 30%:80%, 40%:70%, 50%:60%,dan 60%:50% dengan pengulangan sebanyak 4 kali. Berdasarkan hasil penelitian, kadar antioksidan pada produk marshmallow jambu biji merah pada perlakuan P1 dengan proporsi yaitu 10% jambu merah :100% gula pasir sebesar 56,58 ppm sedangkan uji fisik kekenyalan paling tinggi yaitu pada perlakuan P2 dengan proporsi 20% jambu biji dan 90% gula pasir sebesar 506,6 N.Marshmallow dengan proporsi yaitu 10% jambu merah :100% gula pasir menghasilkan produk marshmallow terbaik dari hasil uji organoleptik dengan nilai presentase terbesar rasa 46% (biasa), rasa 50% (suka), aroma 67% (biasa), dan tekstur 58% (suka). Hasil uji kimia marshmallow dengan perlakuan terbaik memiliki kadar protein 2,17 gram, lemak 0,92 gram, karbohidrat 27,22 gram,antioksidan 56,58 ppm,kadar air 68,08%,dan kadar abu 1,37% per 100 gram bahan. Untuk satu kali konsumsi dianjurkan untuk mengkonsumsi 175 gram marshmallow dengan kandungan energi 220,22 kkal, protein 3,80 gram, lemak 1,61 gram, karbohidrat 47,64 gram, dan kandungan antioksidan 56,58 ppm. Kata Kunci : Marshmallow, Antioksidan,Jambu Biji Merah, Penyakit Degeneratif,Makanan Selingan
Pembuatan Kue Lumpur dengan Substitusi Tepung Pisang Raja sebagai Makanan Selingan Tinggi Kalium untuk Penderita Hipertensi Dony Setiawan Hendyca Putra; Priscilia Noviyanti; Heri Warsito
Health Media Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : UrbanGreen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55756/hm.v4i2.129

Abstract

Hypertension is one of the main problems in developed and developing countries. Someone who has hypertension is often associated with high levels of sodium in the body, so the body needs minerals in the form of potassium which is able to complete the function of sodium. This study aims to develop high- potassium distilled food products in the form of kue lumpur with the substitution of king banana flour for patients with hypertension. The design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) 4 treatment formulation of plantain flour : flour, namely 25%: 75%, 50%: 50%, 75%: 25%, and 100%: 0% with as many repetitions as many 5 times. Based on the results of the study, kue lumpur with the proportion of king banana flour 25% and wheat flour 75% produced the best kue lumpur product from the results of the organoleptic test with a mean value of 3.49 (likes), 3.44 taste (likes), aroma 3 , 17 (normal), and texture 3.84 (like). The results of the mud cake chemical test with the best treatment had 233.6 kcal of energy, protein content of 3.94%, fat 5.70%, carbohydrate 41.55%, ash 0.98%, water 47.83% and potassium 88.6 mg. The physical test results in the form of a kue lumpur texture analyzer with the best treatment that is equal to 4.06N. For one time consumption, patients are encouraged to consume 2 pieces of kue lumpur with a content of 256.96 kcal, 4.3 grams of protein, 6.27 grams of fat, 45.71 grams of carbohydrates, and 97.46 mg of potassium. Within a day, the patient will be given 2 snack meals.
Sifat Fisiko-Kimia dan Fungsional Tepung Umbi Talas Belitung Metode Pengukusan dan Fermentasi Oktavia Eka Muthia Bahari; Huda Oktafa; Heri Warsito; Dina Fitriyah
Indonesian Journal of Microbiology Vol. 2 No. 4 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijm.v3i1.5820

Abstract

Talas belitung merupakan umbi yang berpotensi sebagai salah satu sumber alternatif pangan lokal. Pengolahan umbi talas menjadi tepung dapat memperluas pemanfaatannya menjadi berbagai jenis produk olahan pangan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui karakteristik sifat fisiko-kimia dan fungsional tepung talas. Penelitian menggunakan desain eksperimen sederhana dengan tiga perlakuan berbeda yaitu kontrol (P0), pengukusan 30 menit (P1), dan fermentasi spontan 72 jam (P2). Setiap perlakuan dilakukan pengujian sebanyak 2 kali ulangan untuk melihat perubahan karakteristik fisiko-kimia dan fungsional tepung yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik tepung dengan warna paling cerah (L=78,10) pada perlakuan fermentasi, sedangkan rendemen tertinggi pada kontrol (22,82%) dan densitas tertinggi pada pengukusan (0,48 g/ml). Sifat kimia pada perlakuan fermentasi memiliki beberapa nilai tertinggi dibandingkan perlakuan lain yaitu kadar protein (5,73%), lemak (1,42%), serat pangan total (4,14%), pati resisten (16,10%) dan abu (1,63%). Sedangkan kadar karbohidrat tertinggi pada kontrol (81,80%) dan kadar air terendah pada pengukusan (9,38%). Sifat fungsional pada perlakuan pengukusan memiliki nilai tertinggi dibandingkan perlakuan lain yaitu pada swelling power (360,64%) dan water holding capacity (213,75%), sedangkan nilai water holding capacity tertinggi pada perlakuan fermentasi (105,45%).  Perbedaan metode penepungan akan mempengaruhi karakteristik fisiko-kimia dan fungsional tepung yang dihasilkan. Perlakuan fermentasi spontan memiliki lebih banyak keunggulan dibandingkan perlakuan lain terutama pada sifat fisik dan kimia.
Hubungan Ketahanan Pangan dan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Balita Gizi Kurang Di Wilayah Kerja Puskesmas Cakru Kabupaten Jember Yohan Yuanta; Titin Iftitah; Surya Dewi Puspita; Dessya Putri Ayu; Heri Warsito
HARENA : Jurnal Gizi Vol 6 No 2 (2026): HARENA: Jurnal Gizi (April 2026)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/harena.v6i2.7073

Abstract

Prevalensi gizi kurang pada balita masih tergolong tinggi dan menjadi salah satu permasalahan gizi paling utama di Indonesia. Gizi kurang balita dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satu faktor tidak langsung yang menjadi penyebabnya yaitu ketahanan pangan rumah tangga dan pengetahuan ibu terkait gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan ketahanan pangan dan pengetahuan ibu dengan kejadian balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Cakru Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan analitik dengan studi cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Penelitian dilaksanakan tanggal 1-7 februari 2024 di Desa Kraton. Populasi penelitian ini yaitu 213 balita berusia 12-36 bulan. Penelitian melibatkan 73 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengukuran langsung. Data ketahanan pangan rumah tangga diperoleh menggunakan kuesioner United States Household Food Security Survey Module (US-HFSSM), sedangkan data pengetahuan ibu diperoleh menggunakan kuesioner pengetahuan gizi. Status gizi balita ditentukan berdasarkan indikator Z-score berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) yang diperoleh melalui pengukuran langsung. Analisis statistik dengan menggunakan SPSS 25.0 dengan uji univariat dan uji korelasi Chi-Square. Hasil analisa bivariat ketahanan pangan dengan kejadian balita gizi kurang menunjukkan (p-value = 0,000) dan hasil analisa bivariat pengetahuan ibu dengan kejadian balita gizi kurang menunjukkan (p-value = 0,000). Kesimpulan penelitian yaitu ketahanan pangan rumah tangga dan pengetahuan ibu berhubungan dengan kejadian gizi kurang pada balita. Oleh karena itu, diperlukan penguatan edukasi gizi bagi ibu serta program peningkatan ketahanan pangan rumah tangga sebagai upaya pencegahan gizi kurang pada balita.
Implementasi Metode Polije dalam Optimalisasi Produksi Tempe Koro Pedang sebagai Upaya Pemberdayaan Mitra Heri Warsito; Yossi Wibisono; Amellia Dwi Rizkyana; Casilda Aulia Rakhmadina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.897

Abstract

Koro pedang (Canavalia ensiformis) merupakan potensi sumber protein nabati lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kacang koro pedang merupakan alternatif penggunaan kedelai impor dalam pembuatan tempe. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan Metode Polije dalam mengoptimalkan produksi tempe koro pedang pada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pengrajin Tempe Pondok Pesantren Al Ishlah Jenggawah, Jember. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan teknis melalui tiga tahap utama: praktik metode baru, pelatihan preparasi limbah whey tahu sebagai media perendaman, dan pelatihan perbanyakan bakteri L. plantarum Polije 15420. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan whey tahu mampu mempersingkat waktu perendaman dari 12–24 jam menjadi hanya 6–8 jam. Selain itu, implementasi Metode Polije berhasil meningkatkan masa simpan tempe dari 2 hari menjadi 7 hari. Penggunaan alat pencuci bahan baku mekanis juga terbukti meningkatkan efisiensi waktu sebesar 15–30 menit per 100 kg bahan baku dan mengurangi risiko kehilangan bahan baku hingga 5% dibandingkan metode tradisional. Program ini telah memberdayakan mitra melalui peningkatan keterampilan teknis dan efisiensi produksi.
Optimalisasi UMKM melalui Pelatihan Digital Marketing dan Manajemen Usaha di Desa Puger Kulon, Kabupaten Jember : Pengabdian Miftahul Jannah; Yohan Yuanta; Surya Dewi Puspita; Putri Rahayu Ratri; Dina Fitriyah; Dessya Putri Ayu; Heri Warsito
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7542

Abstract

Perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar, namun sebagian besar pelaku usaha di Desa Puger Kulon masih memiliki keterbatasan dalam memanfaatkan media digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan digital marketing dan manajemen usaha bagi pelaku UMKM di desa tersebut. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung pada Mei – Agustus 2025 di Desa Puger Kulon, Jember, Jawa Timur. Kegiatan meliputi 3 tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Kegiatan berfokus pada pelatihan digital marketing serta manajemen usaha dan keuangan. Metode yang digunakan meliputi ceramah dan diskusi, pelatihan partisipatif, dan praktik langsung. Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pemahaman digital marketing (54,3%), penggunaan media sosial untuk usaha (73,5%), dan manajemen keuangan (44,2%). Implikasi kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif dalam membangun kemandirian dan profesionalisme pelaku UMKM. Kesimpulannya, kegiatan ini mampu meningkatkan literasi digital, memperkuat jejaring usaha, serta mendorong transformasi ekonomi lokal berbasis teknologi