Nindya Prasetya Wardhani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HAMBATAN PELAKSANAAN HUKUM ADAT OSING DALAM TRADISI KAWIN COLONG SUKU OSING (Studi Hukum di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi) Nindya Prasetya Wardhani
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Juli 2022
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nindya Prasetya Wardhani, Rachmi Sulistyarini, Fitri Hidayat Faculty of Law Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No. 169 Malang e-mail: nindyaprasetya@student.ub.ac.id ABSTRAK Berdasarkan permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan tradisi kawin colong di Desa Kemiren, karya tulis ini bertujuan untuk : (1) Untuk menganalisis pelaksanaan Hukum Adat Osing terhadap tradisi kawin colong Suku Osing di Desa Kemiren, Kabupaten Banyuwangi (2) Untuk menganalisis hambatan pelaksanaan Hukum Adat Osing dalam mengatur sistem tradisi kawin colong di Desa Kemiren Kabupaten Banyuwangi. Penulisan karya tulis ini menggunakan metode yuridis empiris (socio legal) dengan metode pendekatan yuridis sosiologis, dimana peneliti akan mendasarkan pembahasan pada data lapangan untuk kemudian dijelaskan dengan metode analisis deskriptif. Melalui metode tersebut, dalam hasil penelitian, peneliti menemukan jawaban atas permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan Hukum Adat Osing terhadap Tradisi Kawin Colong yang berjalan di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Dari kasus yang ada, dapat disimpulkan bahwa ketentuan dalam Hukum Adat Osing sebagai hukum utama yang mengatur mengenai perkawinan adat termasuk soal Tradisi Kawin Colong, tidak bisa berjalan sepenuhnya. Jika ditelaah dari segi penyebab pelanggaran, yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan hukum adat terhadap tradisi ini, disebabkan oleh faktor pengetahuan hukum sebagai indikator taraf kesadaran hukum masyarakat menurut Soerjono Soekanto. Keywords: Hambatan, Kawin Colong, Suku Osing ABSTRACT Departing from the issue arising from the customary tradition of kawincolong (a marriage initiated by ‘stealing’ the woman the man is willing to marry), this research aims to: (1) analyze the enforcement of adat law in Osing community in the tradition of kawincolong in Kemiren village, the Regency of Banyuwangi (2) to analyze the hindrances in the enforcement of Osingadat law in governing the traditional system of kawincolong in Kemiren village of the Regency of Banyuwangi. This research employed empirical-juridical methods (socio-legal), and socio-juridical approaches, meaning that the discussion is based on the data obtained from the field to be further explained with the method of descriptive analysis. The research results reveal that Osingadat law as the main law in the community cannot be optimally implemented regarding the tradition of kawincolong due to several factors such as the legal knowledge serving as an indicator of the awareness of the law among people according to SoerjonoSoekanto. Keywords: hindrance, kawincolong, Osing tribe