Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggetasan Logam Cair pada Capillary Tube Baja Tahan Karat 316 Apriardi Ihlas
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Center for Material and Technical Product

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.889 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v5i1.56

Abstract

A capillary tube is a component that serves the chemical solution (scale inhibitor) into the oil wells, which could potentially form the crust. There have been obstructions (clogging) and cracks in the capillary tube components made from austenitic stainless steel 316. The installation of these components is in one unit with another component called “centriline cel flat”. To know more about the cause of the occurrence of the damage, a series of inspection and testing was carried out.The inspection included: initial data and chronology, visual, metallography (macro and micro), and Scanning Electron Microscopy/ Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM-EDS). The result of the inspection suggested that a penetration of zinc on the surface of the tube existed. The penetration of zinc melting up to the grain limit will form zinc-nickel intermetallic compounds that will result in a change of austenite into a ferrite phase. The internal stress changes due to changes in the phase volume is the cause of the occurrence of cracks at grain boundary.Capillary tube adalah komponen yang berfungsi mengalirkan larutan kimia (scale inhibitor) ke dalam sumur minyak yang berpotensi membentuk kerak. Telah terjadi penyumbatan (clogging) dan retak-retak pada komponen capillary tube yang berbahan baja tahan karat austenit 316. Pemasangan komponen tersebut berada dalam satu kesatuan unit dengan komponen lain yang bernama centriline cel flat. Untuk mengetahui lebih lanjut penyebab terjadinya kerusakan, dilakukan serangkaian pemeriksaan dan pengujian. Pemeriksaan tersebut meliputi: data awal dan kronologi, visual, metalografi (makro dan mikro), dan Scanning Electron Microscopy/ Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM-EDS). Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penetrasi seng pada permukaan tube. Penetrasi seng yang mencair mencapai batas butir  akan membentuk senyawa intermetallic seng-nikel yang akan mengakibatkan terjadinya perubahan fasa austenit menjadi ferit. Perubahan internal stress akibat perubahan volum fasa inilah yang  menyebabkan terjadinya retakan di batas butir.
Investigasi Fraktografi dan Analisa Tegangan pada Kerusakan Baut M64 Grade 10,9 yang Mengalami Pengencangan Berlebih Apriardi Ihlas; Daniel Fajar Puspita; Budi Tjahjohartoto
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3482.204 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v8i1.113

Abstract

Bolt with relatively big dimension is generally used in infrastructure construction, such as in harbors. An investigation on failure of M64 bolt 10.9 grade had been done. The objective of this research is to analyze the cause of failure to prevent repeated incident. A series of testing including: (1) visual and fractography check, (2) chemical composition test, (3) torsional shear calculation has been conducted to support the investigation. The result showed that the fracture zone is dominated with overload zone, which indicated an instantaneous brittle fracture. This was supported with the findings of several ratchet mark as a symptoms of stress concentrated. The condition was very sensitive to bending load during tightening. Based on fracture surface analysis the fracture belonged to concentrated high bending load. As for the torsional shear calculation, it proved that there was an over-torquing subjected to the bolt.Baut dengan dimensi yang relatif besar umum digunakan pada infrastrukur, misalnya di pelabuhan. Telah dilakukan investigasi kerusakan pada baut M64 Grade 10,9 yang mengalami patah antara bagian kepala dan batang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab kerusakan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Oleh karena itu,  dilakukan serangkaian pengujian, pemeriksaan, dan perhitungan terhadap tegangan yang bekerja. yaitu (1) pemeriksaan visual dan fraktografi, (2) pengujian komposisi kimia, dan (3) perhitungan analisa tegangan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar permukaan patah didominasi oleh indikasi daerah beban berlebih (zona overload) yang menunjukkan patah getas dan terjadi seketika. Hal ini dibuktikan dengan ditemukan beberapa ratchet mark yang merupakan tipikal adanya konsentrasi tegangan. Kondisi ini sangat sensitif terhadap beban tarik pada saat pengencangan. Berdasarkan analisa permukaan patahan termasuk kategori menerima kombinasi beban tarik  dan bending yang terkonsentrasi.  Sedangkan berdasarkan perhitungan analisa tegangan membuktikan bahwa telah terjadi beban torsi berlebih (over-torquing) yang diterima oleh baut.
Analisis Kerusakan Sliding Sledge pada Can Travel Rail (CTR) Apriardi Ihlas
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.338 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v9i1.102

Abstract

The damage to the sliding sledge plate that  function as a roll base has accured. The objective of this study was to find out the factors leading to the damage and provide recommendations in order to prevent similar cases occur in the future. In analyzing the damage, the present study employed visual observation, macro-fractography, metallography, Scanning Electron Microscopy/Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (SEM/EDS), and determination of chemical composition using optical emission spectroscopy (OES). The results of the examination and the tests showed that there was a roll misalignment toward the contact area. Eventually, this conditional resulted in thermal fatique,which causing damage to sliding sledge.Telah terjadi kerusakan pada pelat sliding sledge yang berfungsi sebagai landasan rol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab kerusakan tersebut dan memberikan masukan agar kasus yang serupa tidak terulang kembali pada komponen tersebut. Studi pada analisis kerusakan ini menggunakan metode pengamatan visual, fraktografi makro, metalografi, Scanning Electron Microscopy/Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (SEM/EDS), dan pengujian komposisi kimia menggunakan optical emission spectroscopy (OES). Hasil pemeriksaan dan pengujian menunjukkan bahwa terjadi mis-alignment  oleh rol terhadap bidang kontak. Kondisi ini akhirnya menyebabkan terjadi fenomena thermal fatique yang menyebabkan kerusakan pada sliding sledge.