Martinus Simatupang
Teknik Mesin dan Dirgantara, Institut Teknologi Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Kitosan dan Asam Sitrat terhadap Pembentukan LiMn2O4 Spinel menggunakan Metode Sol-Gel Martinus Simatupang; Lia Asri; Bambang Sunendar Purwasasmita
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Center for Material and Technical Product

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.808 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v5i2.60

Abstract

Spinel LiMn2O4is widely developed as cathode in lithium batteries because of its high energy density. In this work, spinel LiMn2O4 was synthesized using sol gel method with addition of chitosan and citric acid as chellating agent. Densification of powder was done at calcination temperature of 600°C. The addition of 1% chitosan (w/v) increased mass fraction of spinel LiMn2O4 up to 73.9%, whereas the addition 0.2 M of citric acid showed no significant effect on formation of spinel LiMn2O4, but it could prevent particles agglomeration. Optimum condition for synthesis of spinel LiMn2O4was obtained by combining chitosan and citric acid as chellating agent, resulting in particles with crystallite size of 28 nm and conductivity of 9.38 x10-6 s/cm2.LiMn2O4 spinel­ banyak dikembangkan untuk katoda dalam baterai lithium karena memiliki kerapatan energi yang tinggi. Dalam penelitian ini, LiMn2O4 spinel disintesis menggunakan metode sol-gel dengan kitosan dan asam sitrat sebagai senyawa pengkelat.  Densifikasi dilakukan pada suhu kalsinasi 600°C. Penambahan kitosan 1% (w/v) mampu meningkatkan fraksi massa fasa LiMn2O4 spinel hingga 73,9% (w/w). Penambahan asam sitrat 0,2 M ke dalam prekursor yang mengandung kitosan tidak memberikan hasil yang signifikan terhadap pembentukan fasa LiMn2O4 spinel, namun berperan dalam mencegah aglomerasi partikel. Kondisi optimum sintesis LiMn2O4 spinel diperoleh dengan penambahan kombinasi kitosan dan asam sitrat sebagai senyawa pengkelat, menghasilkan ukuran kristalit 28 nm dan konduktivitas sebesar 9,38 x10-6 s/cm2.