Rudi Priyadi
3 Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Tasikmalaya Jawa Barat, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Pengolahan Sekam Padi (Rice Husks) Menjadi Dedak (Bran) Serta Fermentasi Dedak Menggunakan M-Bio Untuk Meningkatkan Ekonomi Kelompok Tani Perempuan di Desa Setiawaras Kabupaten Tasikmalaya Rudi Priyadi; Yaya Sunarya; Ade Hilman Juhaeni; Septian Cahya Azhari
JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/jpai.4.2.2023.44111

Abstract

Rice husks in general are not used optimally because considering the nutritional content in them is relatively low. Rice husks are generally only used as organic fertilizer for agriculture, carbon making and other types of non-food materials. Cipigan Hamlet is one of the main rice producing areas in Tasikmalaya Regency, so the potential for rice products is abundant. This community service aims to provide training on bran making and bran fermentation using M-Bio probiotics to increase the nutritional value of rice husks. This training is aimed at women's farmer groups and other farmer groups located in Cipigan Hamlet, Setiawaras Village, Tasikmalaya Regency. The results of community service are in the form of animal feed in the form of fermented bran that can be used to feed livestock such as cows, goats and chickens which can be used by the community of women's farmer groups to feed their livestock with feed obtained from their own brand of agricultural products. By using fermented bran, livestock become aroused in their growth so that they can increase the quantity and quality of livestock of female farmer groups in Cipigan Hamlet, Setiawaras Village, Tasikmalaya Regency. Keywords: Rice Husks; Bran; Fermentation; M-Bio; Women Farmers. ABSTRAK Sekam padi pada umumnya kurang dimanfaatkan dengan optimal karena mempertimbangkan kandungan nutrisi yang ada didalamnya relatif rendah. Sekam padi pada umumnya hanya dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk pertanian, pembuatan karbon dan jenis material non-pangan lainnya. Dusun Cipigan merupakan salah satu wilayah penghasil padi utama di Kabupaten Tasikmalaya, sehingga potensi produk padi melimpah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan dedak serta fermentasi dedak dengan menggunakan probiotik M-Bio untuk meningkatkan nilai nutrisi dari sekam padi. Pelatihan ini ditujukkan kepada kelompok tani perempuan dan kelompok tani lainnya yang berada di Dusun Cipigan, Desa Setiawaras, Kabupaten Tasikmalaya. Hasil pengabdian masyarakat berupa pakan ternak berupa dedak fermentasi yang dapat digunakan untuk pakan hewan ternak seperti sapi, kambing maupun ayam yang dapat dimanfaatkan masyarakat kelompok tani perempuan untuk memberi makan kepada hewan ternak mereka dengan pakan yang diperoleh dari hasil pertanian merek sendiri. Dengan menggunakan dedak fermentasi, hewan ternak menjadi terangsang pertumbuhannya sehingga dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas hewan ternak kelompok petani perempuan di Dusun Cipigan, Desa Setiawaras, Kabupaten Tasikmalaya. Kata Kunci: Sekam Padi; Dedak; Fermentasi; M-Bio; Petani Perempuan.