Anita Herawati
Program Studi Sarjana Terapan Promosi Kesehatan, Universitas Sari Mulia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN SALINITAS, SUHU, DISSOLVED OXYGEN, DAN pH AIR TEMPAT PERINDUKAN DENGAN KEBERADAAN JENTIK VEKTOR DEMAM DENGUE Anita Herawati; Ahmad Rasyid Ridha Ramadhan; Nurul Hidayah
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 9, No 2 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v9i2.8742

Abstract

Sebaran kejadian Demam Dengue salah satunya dipengaruhi oleh kepadatan jentik dimana keberadaan jentik dapat dipengaruhi oleh kualitas air tempat perindukan meliputi salinitas, Dissolved Oxygen (DO), suhu, dan pH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan salinitas, DO, suhu, dan pH dengan keberadaan jentik. Metode penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah air di tempat penampungan air (TPA) berjumlah 92 TPA diambil menggunakan sample random sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh p-value hubungan salinitas dengan keberadaan jentik adalah 0,022, DO dengan keberadaan jentik yaitu p-value = 0,009, suhu dengan keberadaan jentik didapat p-value = 0,005, dan p-value untuk hubungan pH dengan keberadaan jentik adalah 0,196. Disimpulkan parameter yang berhubungan secara signifikan adalah salinitas, DO, dan suhu. Parameter yang tidak berhubungan adalah pH.
Review: Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Anita Herawati
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 4 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i4.382

Abstract

Peningkatan kesehatan reproduksi melibatkan penanganan banyak faktor. Dengan mengenali kompleksitas dan perbedaan dalam kesehatan reproduksi, intervensi dan kebijakan dapat disesuaikan untuk memenuhi beragam kebutuhan individu dan komunitas, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan hasil kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Informasi kesehatan reproduksi sangat penting bagi remaja, dan berbagai penelitian telah mengeksplorasi berbagai aspek terkait sumber informasi dan dampaknya. Penelitian menunjukkan bahwa keluarga mempunyai peran penting dalam komunikasi kesehatan reproduksi. Pemangku kepentingan, juga berperan penting dalam memberikan dukungan dan edukasi mengenai kesehatan reproduksi. Penelitian menunjukkan bahwa remaja mungkin memiliki pengetahuan yang terbatas tentang masalah kesehatan reproduksi, dimana sumber seperti teman, media, dan anggota keluarga di luar rumah tangga kurang efektif dalam mendorong komunikasi. Komunikasi yang efektif mengenai kesehatan seksual dan reproduksi sangatlah penting, dan kurangnya keterampilan komunikasi dapat menghambat pemberian informasi kesehatan reproduksi kepada remaja.