Nur Laela Latifah
Institut Teknologi Nasional Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kualitas Akustik pada Auditorium dengan Konsep Arsitektur Biomimikri Contoh Kasus: Teater IMAX Keong Emas Nur Laela Latifah
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v3i3.6848

Abstract

AbstrakMelalui penerapan konsep arsitektur biomimikri, gubahan massa bangunan dan ruang di dalam ruang auditorium dapat berbentuk dinamis sehingga dapat mempengaruhi perolehan kualitas akustik termasuk visualnya. Teater IMAX Keong Emas yang berlokasi di kawasan wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta adalah auditorium pemutaran film edukasi berteknologi IMAX yang menerapkan konsep arsitektur biomimikri dengan meniru hewan keong sawah. Dengan keunikannya maka bangunan teater ini perlu untuk dianalisis bagaimana keberhasilan desain terkait fungsinya sebagai ruang bagi audiens untuk mendengar dan menonton pertunjukan. Analisis penelitian dilakukan baik secara kuantitatif dan kualitatif berdasarkan data primer dari lapangan yang telah diolah, mencakup foto lapangan, hasil pengukuran lapangan, dan hasil wawancara internal dengan pihak manajemen Teater IMAX Keong Emas. Variabel penelitian mencakup konsep bentuk serta dimensi dan proporsi bangunan; bentuk serta dimensi dan proporsi ruang teater; pengaturan kursi, sudut pandang, dan kemiringan lantai audiens; desain plafon; juga material akustik interior. Tujuan penelitian adalah diperolehnya pemahaman bagaimana kualitas akustik juga kualitas visual dari auditorium pada bangunan dengan konsep arsitektur biomimikri. Berdasarkan analisis diperoleh nilai kebaruan di antaranya bahwa arsitektur biomimikri dapat diterapkan pada bangunan auditorium, serta plafon tidak harus berfungsi sebagai reflector pada auditorium bila telah menerapkan sistem tata suara yang sangat baik.Kata kunci: Auditorium, Biomimikri, Kualitas Akustik, Sudut Pandang AbstraCTThrough the application of the biomimicry architectural concept, the composition of the building mass and space in the auditorium can be dynamically shaped so that it can affect the acquisition of acoustic quality, including visuals. The Keong Emas IMAX Theater, located in the Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tourist area, Jakarta, is an auditorium for the screening of eduactional films with IMAX technology that applies the biomimicry architectural concept by imitating rice snail. With its uniqueness, this theater building needs to be analyzed how the success of the design is related to its function as a space for the audience to hear and watch performances. Research analysis was carried out both quantitatively and qualitatively based on primary data from the field that had been processed, including field photos, results of field measurements, and results of internal interviews with the management of the Keong Emas IMAX Theater. The research variables include the concept of shape as well as the dimensions and proportions of the building; the shape as well as dimensions and proportions of the theater space; seat layout, viewing angles, and audience floor slope; ceiling design; also interior acoustic materials. The purpose of this research is to gain an understanding of the acoustic quality as well as the visual quality of the auditorium in a building with the biomimicry architectural concept. Based on the analysis obtained novelty values including that biomimicry architecture can be applied to the auditorium building, and the ceiling does not have to function as a reflector in an auditorium if it has implemented a very good sound system.Keywords: Acoustic Quality, Auditorium, Biomimicry Viewing Angles
Building Envelope Design with Glass Curtain Wall to Reduce OTTV, Study Case: WU Tower Building at Bandung, Indonesia Nur Laela Latifah; Kevin Hilman Zulwaqar; Kintania Andini; Amila Salma Nisa
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 6, No 2 (2022): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Department of Architecture Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijbesr.6.2.97-110

Abstract

Indonesia has the potential to get exposure to frontal solar radiation with a high enough intensity so that excessive external thermal loads received by building can cause thermal discomfort for users.Generally, the building envelope of office building is using a glass curtain wall, this causes increasing the consumption of electrical energy.For this reason, it is very important to design the right building envelope in order to reduce the heat transfer.As a tool to determine the external thermal load received by the building envelope is OTTV. The analysis was carried out quantitatively and qualitatively based on data on the condition of the WU Tower building which became the case.The value of the benefits obtained from this research is the acquisition of proposals for improving the design of the building envelope in Bandung which can be applied to mixed use buildings with the main function of the office.
SISTEM PENERANGAN BUATAN YANG MENDUKUNG KENYAMANAN VISUAL DAN KONSERVASI ENERGI PADA RUANG PERPUSTAKAAN ITENAS BANDUNG Nur Laela Latifah
Jurnal Arsitektur Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2378.401 KB) | DOI: 10.59970/jas.v14i2.78

Abstract

Kenyamanan visual merupakan salah satu aspek yang harus terpenuhi sesuai kerja visual mata dalam melakukan aktivitas. Ruang perpustakaan adalah salah satu fasilitas bangunan pendidikan dimana sistem pencahayaan seharusnya direncanakan dengan baik. Perpustakaan Itenas Bandung memiliki sistem penerangan buatan yang belum berefikasi tinggi/ hemat energi dan belum terintegrasi secara baik dengan layout interiornya, di sisi lain area tengah ruang lantai 1 kurang memperoleh cahaya alami matahari karena terbayang barisan rak buku. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberi usulan perbaikan sistem penerangan buatan pada kasus ruang lantai 1 perpustakaan tersebut, tanpa harus mengubah interiornya, dengan tetap memperhatikan konservasi energi. Metoda analisis adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif menggunakan literatur dan standar, berdasarkan hasil pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan serta hasil simulasi model 3D menggunakan software DIALux evo 11.0. Nilai manfaat bagi pembaca adalah masukan langkah kerja dan pengambilan keputusan agar dalam merancang penerapan sistem penerangan buatan terutama pada kasus ruang serupa, dapat memenuhi standar kenyamanan visual dan hemat energi.