Denden Matin Dayyin
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kritik Frans Wijsen atas Metodologi Pengkajian Masyarakat Adat Fajriatun Nisa Islami; Fikri Gusti Adenansyah; Ikhli Mahtin Nisha; Denden Matin Dayyin
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 2, No 3 (2022): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v2i3.18893

Abstract

Dominasi kebudayaan Barat terhadap kebudayaan Timur tidak hanya terkait politik, ilmu pengetahuan yang dikaji dan diwariskan oleh orang-orang Barat pun tidak lepas dari upaya untuk mendominasi. Salah satunya pemikiran orientalis Frans Wijsen yang mengkaji tentang studi agama. Teori evolusionime pada kajian antropologi ternyata berdampak pada munculnya cara pandang yang diskriminitaif terhadap masyarakat adat beserta agamanya. Dengan menggunakan metodologi studi pustaka untuk mencari solusi bagi masalah tersebut ditemukanlah gagasan tentang Studi Agama yang Terlibat. Berdasar pada hal tersebut, Studi Agama mesti merekonstruksi metodologinya agar lebih berkeadilan dan terlibat secara emansipatif.
Analisis Fatwa MUI Tentang Pelarangan Dan Penyesatan Kepada Kelompok Ahmadiyah di Indonesia Denden Matin Dayyin; Ahmad Zuhdi Ismail
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 2, No 4 (2022): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v2i3.19213

Abstract

Hadirnya gerakan keagamaan kelompok Ahmadiyah di Indonesia menjadi sebuah kajian yang menarik untuk dikaji karena terjadinya pro dan kontra dikalangan umat muslim Indonesia. Pelbagai ketidakterpenuhan hak asasi manusia jemaat ahmadiyah menjadi polemik dan memberi ruang yang menakutkan. Diskriminasi danpersekusi dilakukan beberapa kelompok organisasi masyarakat islam lainnya. Ditambah fatwa MUI yang mendorong ternilainya jemaat Ahmadiyah menjadi sesat dan dilarang kehadirannya di Indonesia. Pelarangan dan penyesatan jemaat Ahmadiyah di Indonesia membuat stigma buruk dimasyarakat. Ahmadiyah memahami bahwa ajaran modernisasi yang dibawa ke Indonesia menjadi bantuan untuk umat muslim. Hingga saat ini jemaat Ahmadiyah dengan masyarakay muslim lainnya masih memiliki hubungan yang kurang baik. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui fatwa MUI yang melakukan pelarangan dan penyesatan kepada kelompok Ahmadiyah di Indonesia.