Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN ETIKA PELAYANAN PUBLIK DALAM MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE Budiman; Aditya Ferlan Farhanuddin; Astri Ayulia Putri Setia; Diella Jauza
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 19 No. 1 (2021): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/dialektika.v19i1.65

Abstract

Abstrak Penyelenggaraan pelayanan publik merupakan upaya negara untuk memenuhi kebutuhan dasar dan hak-hak sipil setiap warga negara atas barang, jasa, dan pelayanan administrasi yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Pada kenyataannya sampai saat ini, pelayanan publik masih dinilai belum memuaskan masyarakat. Hal tersebut dikarenakan beberapa permasalahan etika administrator pelayanan publik seperti sikap kurang responsif, kurang mau mendengar saran dan keluhan, inefisiensi, diskriminatif serta sikap kurang ramah. Etika masih dianggap suatu hal yang kurang penting dan diabaikan, padahal penerapan etika atau kode etik administrator dalam menjalankan pelayanan akan mendorong optimalisasi pelayanan publik. Selain itu, optimalisasi pelayanan publik akan bisa mewujudkan good governance yang selama ini menjadi harapan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini akan membahas tentang dampak kode etik sebagai faktor utama yang mempengaruhi pelayanan publik dalam mewujudkan good governance. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka yang diambil dari beberapa jurnal dan artikel yang berkaitan dengan fenomena dan objek yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etika pelayanan publik bagi pegawai memegang peranan penting karena akan mencegah perbuatan yang tidak etis, dapat meminimalisir masalah pelayanan publik sehingga membangkitkan dukungan dan kepercayaan dari masyarakat luas bahwa terciptanya pelayanan publik yang baik dapat membangun good governance menjadi suatu kenyataan. Kata Kunci : Etika, Kode Etik, Pelayanan Publik, Administrator, Good governance. Abstract The implementation of public services is an effort by the state to fulfill the basic needs and civil rights of every citizen for goods, services, and administrative services provided by public service providers. In fact, until now, public services are still considered unsatisfactory to the community. This is due to several ethical problems of public service administrators such as being less responsive, less willing to listen to suggestions and complaints, inefficiency, discriminatory and unfriendly attitudes. Ethics is still considered something that is less important and is ignored, even though the application of ethics or an administrator's code of ethics in carrying out services will encourage the optimization of public services. In addition, the optimization of public services will be able to realize good governance which has been the hope of the community. Therefore, this study will discuss the impact of the code of ethics as the main factor influencing public services in realizing good governance. This study uses a qualitative approach with a literature study method taken from several journals and articles related to the phenomena and objects studied. The results show that the application of public service ethics for employees plays an important role because it will prevent unethical acts, can minimize public service problems so as to generate support and trust from the wider community that the creation of good public services can build good governance into a reality. Keywords : Ethics, Code of Ethics, Public Service, Administrator, Good governance.
PERAN KARANG TARUNA DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT DESA CANGKUANG KECAMATAN RANCAEKEK KABUPATEN BANDUNG Budiman; Ajeng Kemil Azhar; Azka Zakia; Ajeng Nurlina; Cipta Insan
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 18 No. 3 (2020): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/dialektika.v18i3.83

Abstract

Abstrak Peran karang taruna di desa/kelurahan sebagai wadah partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda di bidang kesejahteraan sosial hendaknya benar-benar di rasakan manfaatnya oleh masyarakat. Berbagai cara dan upaya perlu diakukan sehingga karang taruna sebagai organisasi kepemudaan di desa/kelurahan semakin mantap kedudukannya untuk ikut serta aktif dalam mengembangkan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran karang taruna dalam pengembangan masyarakat di Desa Cangkuang Rancaekek. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara secara mendalam terhadap beberapa informan seperti Kepala Desa yang diwakili oleh Sekretaris Desa, Ketua Karang Taruna, dan 1 warga Desa Cangkuang. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan yang sudah dilakukan oleh karang taruna dalam upaya mengembangkan masyarakat di Desa Cangkuang Rancaekek ini seperti Program Kelompok Wanita Tani dan Program Kerja Bakti pada awalnya dapat diimplementasikan dengan baik, namun saat ini terdapat beberapa kendala yang menghambat jalannya program-program tersebut, seperti sikap pasif atau kurangnya antusias anggota Karang Taruna dalam setiap pertemuan/kegiatan yang diadakan, banyaknya anggota yang keluar dari organisasi, orang tua yang kurang mendukung keikutsertaan anaknya dalam organisasi, serta penyebaran informasi yang kurang optimal. Abstract The role of youth organizations in the village/kelurahan as a forum for community participation, especially the younger generation in the field of social welfare, should really be felt by the community. Various ways and efforts need to be done so that Karang Taruna as a youth organization in the village/kelurahan is more stable in its position to actively participate in community development. This study aims to determine how the role of youth organizations in community development in Cangkuang Rancaekek Village. This type of research uses a qualitative descriptive approach. The data collection technique used in this study was an in-depth interview technique with several informants such as the Village Head represented by the Village Secretary, the Head of the Youth Organization, and 1 Cangkuang Village resident. The results showed that the activities that had been carried out by the youth organizations in an effort to develop the community in Cangkuang Rancaekek Village such as the Women Farmers Group Program and the Community Service Program were initially well implemented, but currently there are several obstacles that hinder the running of these programs, such as the passive attitude or lack of enthusiasm of Karang Taruna members in every meeting/activity held, the number of members leaving the organization, parents who do not support their children's participation in the organization, and the dissemination of information that is less than optimal.