Retnayu Prasetyanti Sekti
Jurusan Sendratasik, FBS Unesa, Suarabaya, 60286, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TARI REMO MUNALI FATAH SEBAGAI SUMBER KONSERVASI (PENGEMBANGAN) TARI REMO GAYA SURABAYAN Retnayu Prasetyanti Sekti
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada objek tari Remo Munali Fatah, yaitu tari Remo gaya Surabayan yang menjadi sumber dari konservasi tari Remo gaya Surabayan di Surabaya. Tujuan dari penelitian ini, yaitu: 1. Menganalisis tari Remo Munali Fatah sebagai rujukan sumber konservasi tari Remo gaya Surabayan. 2. Mendeskripsikan garap gerak penyajian tari Remo Munali Fatah sebagai sumber tari Remo bentuk lepas gaya Surabayan. Teori dan konsep merujuk pada tari Remo, manusia modern, tradisi dan inovasi. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan: observasi, wawancara, studi dokumen (dokumentasi), dan perekaman. Lokasi penelitian di Surabaya dan sekitarnya. Analisis data menggunakan tahapan: reduksi data, penyajian data, simpulan Keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber, metode dan waktu. Hasil penelitian adalah tari Remo Munali Fatah telah dikenal dan tersebar di masyarakat Surabaya. Selain karena Munali Fatah sebagai pangreman ludruk yang terampil dan handal, terdapat peran insitusi RRI Surabaya yang ikut mempublikasikan tari Remo tersebut di masyarakat. Garap gerak penyajian tari Remo Munali Fatah mempunyai cirikhas, yaitu terdapat struktur gerak yang meliputi 3 kelompok gerak (budhalan, inti, ulihan), falsafah konsep ngelana, yaitu sebagai perjalanan hidup manusia, penjiwaan gerak tari tenang, tegas, dan berwibawa. Cirikhas tersebut yang masih dirujuk dalam konservasi tari Remo gaya Surabayan di masa kini. Kata kunci: tari Remo Munali Fatah, konservasi, gaya Surabayan