Masih adanya keterbatasan akses permodalan, rendahnya pemanfaatan teknologi, serta belum optimalnya penerapan nilai kemandirian menjadi tantangan dalam perkembangan UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pembiayaan mikro, adopsi Artificial Intelligence (AI), dan nilai kemandirian lokal Tamansiswa terhadap perkembangan UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 186 pelaku UMKM menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS versi 27. Kebaruan kajian ini terletak pada pengintegrasian nilai kearifan lokal Tamansiswa “Opor Bebek Mateng Soko Awake Dewe” dalam menjelaskan perkembangan UMKM di DIY. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pembiayaan mikro, adopsi AI, dan nilai kemandirian lokal Tamansiswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan UMKM. Pembiayaan mikro mendukung pemenuhan modal usaha, adopsi AI meningkatkan efisiensi operasional serta perluasan pemasaran, sedangkan nilai kemandirian lokal Tamansiswa menjadi variabel paling dominan dalam mendorong kemampuan pelaku usaha mengelola dan mengembangkan bisnis secara mandiri. Secara simultan, ketiga variabel memberikan kontribusi sebesar 94,2% terhadap perkembangan UMKM, sementara 5,8% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi sumber daya finansial, teknologi, dan nilai budaya lokal dalam memperkuat daya saing serta keberlanjutan UMKM.