This Author published in this journals
All Journal INTELEKTIVA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KETEGUHAN NILAI PANCASILA DI TENGAH PRAHARA EKSPLOITASI BURUH: AICE GROUP HASNA DHERIN SYAKIRA; AISYAH ZAKIYAH NUR AINI; ALDI DARMAWAN; RISKA ANDI FITRIONO
JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA Vol 4 No 01 (2022): INTELEKTIVA : JURNAL EKONOMI, SOSIAL DAN HUMANIORA - EDISI SEPTEMBER 2022
Publisher : KULTURA DIGITAL MEDIA ( Research and Academic Publication Consulting )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memvalidasi adanya penyimpangan nilai-nilai Pancasila kaitannya dalam hak-hak yang seharusnya diterima para buruh pabrik Aice. Selain itu, penelitian ini diharapkan mampu menemukan akar masalah dan menyusun solusi terbaik untuk mengembalikan kesejahteraan para buruh/pekerja. Mengaca pelbagai kasus yang terjadi di Aice Group hubungannya dengan eliminasi hak buruh membuat kami mempertanyakan kembali kesejahteraan buruh yang dijanjikan oleh Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berdasar pada ideologi Pancasila. Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam penelitian ini kaitannya dengan penyimpangan nilai-nilai Pancasila adalah a) Perampasan hak-hak kemanusiaan buruh dengan tidak memberikan perlakuan selayaknya pekerja sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku, b) Penurunan upah kerja tanpa mempertimbangkan beban kerja, c) Kebijakan lembur kerja yang tidak menggunakan dasar peraturan yang berlaku, d) Timbulnya perpecahan antara buruh dan perusahaan sehingga tidak menutup kemungkinan munculnya demonstrasi, dan d) Kontrak kerja sepihak yang merugikan buruh. Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif dengan menganalisis kasus eksploitasi buruh yang terjadi di Aice Group secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksploitasi buruh terjadi karena ketidaktegasan Pancasila sebagai dasar Undang-Undang Ketenagakerjaan dalam menghadapi dinamika perekonomian industri. Eksploitasi buruh juga terjadi karena sikap acuh tak acuh perusahaan terhadap dasar hukum yang berlaku.