Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS MANFAAT PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI SISWA Ika Purwaningsih; Idham Syafri Marliansyah; Siti Rukiyah
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol 10, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Prodi Administrasi Pendidikan, Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v10i2.6156

Abstract

Abstract: In this study, analyzing the process of providing education in Indonesia is currently mostly done online or TMT (Limited Face-to-face). The various means of communication needed in learning can finally be used optimally to continue to provide a meaningful learning experience for students. This causes an increase in the intensity of the use of social media among students. This is used as an opportunity to take advantage of social media as a medium for learning Indonesian during the current pandemic. Therefore, this study aims to describe the utilization plan, how to use it, and the challenges of using social media as a learning medium. The plan to use social media as a learning medium is carried out in stages (a) determining learning objectives, (b) preparing learning materials, and (c) planning assessment instruments. How to use social media as a medium for learning Indonesian can be done by giving structured assignments through activities (a) producing videos, images, or infographics. Utilizing social media as a learning medium, educators must prepare themselves to be technology literate and must continue to improve their abilities and skills creatively and innovatively in accordance with technological and communication developments in order to present learning that is in accordance with the characteristics of millennial students and in supporting student achievement.Keywords: Learning Media, Social Media, Student AchievementAbstrak: Pada penelitian ini menganalisis proses penyelenggaraan pendidikan di Indonesia saat ini banyak dilakukan secara daringatau TMT (Tatap Muka Terbatas). Berbagai sarana komunikasi yang diperlukan dalam pembelajaran akhirnya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk tetap memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi Siswa.Hal tersebut menyebabkan meningkatnya intensitas penggunaan media sosial di kalangan Siswa.Hal ini dijadikan sebagai peluang untuk memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia di masa pandemi saat ini. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk memaparkan rencana pemanfaatan, cara pemanfaatan, serta tantangan pemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran. Rencana pemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran dilakukan dengan tahap (a) menentukan tujuan pembelajaran, (b) menyiapkan materi pembelajaran, serta (c) merencanakan instrumen penilaian. Cara pemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia dapat dilakukan dengan pemberian tugas terstruktur melalui kegiatan (a) berkarya menghasilkan video, gambar, atau infografik.Pemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran, pendidik harus menyiapkan diri untuk mau ‘melek’ teknologi serta harus terus meningkatkan kemampuan dan keterampilannya secara kreatif dan inovatif sesuai dengan perkembangan teknologi dan komunikasi agar dapat menyajikan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa milenial dan dalam mendukung prestasi siswa.Kata Kunci :Media Pembelajaran, Media Sosial, Prestasi Siswa
Problematika Penggunaan Bahasa Indonesia di Sekolah Nia Rahma Sari; Siti Rukiyah; Missriani M
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 10 (2023): November
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10069286

Abstract

Penggunaan bahasa Indonesia di sekolah adalah masalah yang relevan dan kompleks di Indonesia. Bahasa adalah alat komunikasi yang penting dalam proses pembelajaran dan merupakan salah satu elemen penting dalam pembentukan identitas bangsa. Meskipun bahasa Indonesia adalah bahasa resmi negara, masih ada beberapa problematika yang perlu dipertimbangkan dalam penggunaannya di lingkungan pendidikan. Artikel ini akan membahas berbagai aspek permasalahan yang berkaitan dengan penggunaan bahasa Indonesia di sekolah.
Tinjauan Literatur Terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Okta Sari Windi Astuti; Siti Rukiyah; Missriani M
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 9 (2023): Oktober
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10058973

Abstract

Kajian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan implementasi kurikulum Merdeka Belajar di lembaga sekolah yang ada di Indonesia. Kajian ini merupakan sebuah studi literatur yang menggunakan ancangan kualitatif deskriptif. Sumber data utama berwujud artikel-artikel ilmiah yang mengkaji implementasi kurikulum merdeka belajar. Data diperoleh melalui teknik simak-catat. Selanjutnya, data dianalisis dengan cara mendeskripsikan keseluruhan data ditunjang dengan teori-teori yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum Merdeka Belajar merupakan sebuah kurikum baru yang proses implementasinya masih banyak mengalami hambatan-hambatan. Pada sekolah umum, berbagai permasalahan yang terjadi diatasi dengan cara meningkatkan kualitas pendidik yang masih kurang optimal dalam memahami kurikulum Merderka Belajar. Adapun pada sekolah penggerak, berbagai upaya yang menghambat dapat diatasi dengan cara meningkatkan kerja sama antara kepala sekolah dengan para pendidik. Berbagai hambatan yang terjadi sesungguhnya menunjukkan bahwa lembaga pendidikan yang ada di Indonesia memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Hal tersebut yang menjadikan beberapa lembaga pendidikan kesulitan untuk menerapkan kurikulum Merdeka Belajar. Hal terpenting, pemerintah dalam hal ini harus mampu melihat segala sesuatunya dengan penuh kebijaksanaan. Pada akhirnya, Untuk menghasilkan implementasi kurikulum Merdeka Belajar, adanya kerja sama semua pihak menjadi salah satu hal yang sangat diperlukan. 
Pendidikan Karakter Anak Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia (Children’s Character Education In Indonesia Language Learning) Husna H; Siti Rukiyah; Missriani M
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 10 (2023): November
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10069494

Abstract

Character education is very important for the advancement of moral education in Indonesia. Character education is a form of human activity in which there is an action that educates and is intended for the next generation. By having a good character education, a person will have a strong moral foundation, good social skills, high motivation, and quality leadership abilities. This is what will help them to grow and develop into better individuals from all aspects. This study aims to determine the relationship between character education and Indonesian language learning and to determine the position and function of language in character education. This research was conducted using qualitative descriptive research method. The results of this study show that character education and Indonesian language learning have a very important relationship and have a relationship with each other. Then Indonesian has two very important positions, namely as the national language and the state language.
Pemerolehan Bahasa Pada Anak (Kajian Literatur dalam Psikolinguistik) Rama Rosmanti; Missriani M; Siti Rukiyah
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 9 (2023): Oktober
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10044663

Abstract

This study was conducted with the aim of describing language acquisition in children.  This study is a qualitative literature study. This study attempts to explain findings from previous research related to language acquisition in children.  Study results shows that in general language acquisition in children goes through several stages or phase.  However, not all children of the same age will experience the process  development or acquisition of a common language.  There are various factors that can do this influence the process of language acquisition in children.  These factors are sometimes is supportive so that the child's acquisition process can be faster and more frequent is inhibiting so that the process of acquiring a child tends to be delayed, both from the side phonology, semantics and syntax.  There are two main factors that have the most influence are parents and the surrounding environment.  Therefore, it is appropriate for parents and the environment  around children are able to provide positive stimuli, so that children can too provide responses in the form of positive developments as well.
Problematika Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah: Suatu Kajian Literatur Dedi Febriyanto; Siti Rukiyah; Missriani M
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 9 (2023): Oktober
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10044714

Abstract

This study aims to describe various problems in learning Indonesian at school through previous literature.  This study was carried out using qualitative methods with a literature study approach.  The results of the study show that the problems of learning Indonesian in schools are very complex.    Problems that occur in general can be viewed from a policy perspective by the government, institutions, teachers and students.  Viewed from a policy perspective, the curriculum is a central point that is widely criticized, both in terms of content and implementation patterns.  The policies contained in the curriculum are considered to tend to make things difficult for teachers, including Indonesian language teachers.  Viewed from an institutional perspective, in this case quite a few schools ignore the issue of facilities and infrastructure.  Insufficient facilities and infrastructure in schools will more or less affect the level of success of the ongoing learning process.  From the teacher's point of view, professionalism is the main problem.  Lack of teacher professionalism will ultimately give rise to problems from the student side, ranging from low cognitive, affective and psychomotor scores, to problems related to students' low interest in learning.
Kajian Literatur Terhadap Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Novita Wulandari; Siti Rukiyah; Missriani M
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 9 (2023): Oktober
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10058876

Abstract

Kajian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan pola implementasi pendidikan karakter pada satuan lembaga pendidikan di Indonesia, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Sumber data dalam penelitian ini berwujud artikel, skripsi, buku, dan juga karya tulis ilmiah yang dianalisis berdasarkan tujuan yang telah dirumuskan. Data penelitian berwujud kutipan kalimat yang merepresentasikan fokus penelitian. Data tersebut dikumpulkan melalui teknik simak-catat. Setelah terkumpul, data dianalisis secara deskriptif menggunakan teknik interaktif. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter merupakan seperangkat kinerja lembaga pendidikan yang melibatkan berbagai pihak dengan tujuan utama menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter pada diri peserta didik. Keterlibatan banyak pihak dalam implementasi pendidikan karakter menunjukkan bahwa pendidikan karakter merupakan pola implementasi pendidikan yang cukup kompleks dan rumit. Selain itu, pendidikan karakter memiliki tujuan besar, yaitu menjadikan manusia Indonesia sebagai pribadi yang beriman, bertakwa, dan berjiwa pancasila. Oleh karena itu, keterlibatan pihak-pihak di dalamnya menjadi suatu keniscayaan yang harus dijalankan.