Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SISTEM INKUBASI KEWIRAUSAHAAN YANG TERINTEGRASI UNTUK MEWUJUDKAN PROGRAM JEMARI (JOGOTIRTO MANDIRI BERDIKARI) Yusqi Mahfuds; Fany Rizki Nurfadilah; Inayah Inayah; Risma Oktaviana Pratiwi
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 3 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i3.697

Abstract

The residents of Jogotirto Village are looking for various types of independent businesses such as the agricultural sector, trade, government, and MSMEs. In the era of technological development, the use of social media marketing (SMM) is the most important choice that business people can make to continue. Unfortunately, there are still many MSME actors in Jogotirto who do not understand the article on social media for marketing. In addition, existing MSME organizations also do not have mature activities and organizations. Therefore it is important to carry out a solution through entrepreneurial incubation. In this study, the author aims to find out the problems that occur for implementing SMEs in Jogotirto Village, and from the problem, it will be studied to find a solution. So that from this solution, it will later be able to contribute to the implementers of MSMEs in Jogotirto Village. To facilitate this research, here the author uses a qualitative approach that relies on the process and techniques of data collection using interviews, observation, and literature study. This study concluded that the entrepreneurial incubation named JEMARI (Jogotirto Mandiri Berdikari) could be a solution to improve MSME skills and organizational development. This incubation system is carried out through various activities such as mapping and grouping, training, mentoring and monitoring the entrepreneurial community. Activities carried out: Mapping Potential and MSMEs, socialization with the management of the Jogotirto MSME Communication Forum, organizational training, digital marketing training, assistance through social media. Initial calculations and planning were carried out by Sleman Youth Fighters, with the aim of forming community incubation from the final stage to the mentoring/observation stage, with location and basic training
Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural di Pondok Pesantren Yusqi Mahfuds; Arinal Husna
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 02 (2022): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v3i2.4862

Abstract

Indonesia memiliki semboyan yang dikenal dengan ‘Bhineka Tunggal Ika’ semboyan ini bermakna walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu, hal ini sebab Indonesia memiliki keanekaragaman suku, budaya, ras, dan Bahasa. Keidakmampuan beberapa individu di Indonesia untuk menerima perbedaan tersebut mengarah pada multikulturalisme negative. Pada pesantren hal ini akan lebih sensitive sebab para santri memiliki keanekaragaman latar belakang baik dari segi budaya, etnis, suku, Bahasa, serta daerah yang selanjutnya bersatu pada satu tempat yang sama. Pendidikan multikultural dimaknai sebagai pendidikan yang menggajarkan perbedaan dan vitalitas keragaman budaya serta etnisitas berkaitan dengan kesetaraan, keadilan, keterbukaan, dan pengakuan terhadap perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman nilai pendidikan multikultural khusunya di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro dengan menggunakan metodologi kualitatif deskripstif yang datanya dijabarkan dalam bentuk kata , penelitian ini juga menggunakan pendekatan fenomenologis yang berusah mengungkapkan fakta-fakta, gejala, maupun peristiwa secara objektif berkenan dengan fenomena penanaman dan nilai-nilai pendidikan multilkultural di Pondok Pesantren Al-Fataah Temboro. hasil penelitian tersebut detemukan  penanaman nilai-nilai pendidikan mulitkultural yang menekankan pada makna penting legitimasi, dan vitalitas keragaman etnik dan budaya dalam membentuk tatanan kehidupan, kelompok, maupun bangsa dengan cara penanaman nilai demokrasi hingga menggunakan strategi yang melibatkan pendekatan kepada orang tua