Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Religious Patterns of the Tablighi Jamaat in Indonesia Aep Saepuloh; Nandang Koswara; Asep Dadan Wildan
ijd-demos Volume 4 Issue 2 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i2.284

Abstract

Abstract One of the promises of religion is happiness for its followers. The promise is translated according to their respective mindstreem. One of them is the Tablighi Jamaat. The Tablighi Jamaat claims to be a neutral community in terms of sects, mass organizations, and politics, but within the framework of ahl al-sunnah wa aljamâ'ah. They emphasize their religious activities in real terms through the practice of da'wah by prioritizing morality. This study aims to determine the religious pattern of the Tablighi Jamaat by studying the pattern of their life and da'wah. This study uses a qualitative approach with a descriptive method in describing the results of the study. The results of the research on the religious patterns of the Tablighi Jamaat mutually influence the dimensions of doctrine, teachings, rituals, appreciation and practice, so that the social interactions that are formed between the two are dialectically and associatively intertwined because they are influenced by motivational orientations and value orientations. In the application of the religious pattern, the Tablighi Jamaat adheres to the six doctrinal principles they profess. Keywords: Religion, Tablighi Jamaat, Religious Patterns.
Integrating Positive Psychology through ESP Learning for Science Classes in Senior High School Selvia Ruyatus Saefullah; Iin Indra Nuraeni; Reni Marlina; Endang Komara; Nandang Koswara
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 12 (2023): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i12.6667

Abstract

This research aims to identify positive psychology through ESP learning in science classes at senior high schools in Indonesia. This study used qualitative method. The data collection method employed interviews and observations to obtain more detailed information regarding the research findings. Three distinct data collection methods involved observation, interview, and questionnaire. The qualitative data analysis method was from data summarization, data presentation, and drawing conclusions. Research instruments used triangulation, which involved interviews, observations, and documentation. Based on the findings, it can be concluded that positive psychology serves as a connection or link between humanism and transpersonal. The concept of developing personality potential is evident in Positive Psychology, which also incorporates transcendence as one of its virtues, particularly in relation to spirituality and meaningfulness. The ESP learning concept can enable students to actively participate in foreign language teaching practices in the natural science learning process.
Manajemen Program Ekstrakurikuler Basket dalam meningkatkan Prestasi Non-Akademik Siswa: Studi Kasus Komparatif Berbasis PDCA Risni Marlianty; Nandang Koswara
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni- Juli 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i4.8516

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen program ekstrakurikuler basket dalam meningkatkan prestasi non-akademik siswa di SMA Negeri 1 Baleendah dan SMA Negeri 8 Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komparatif berbasis Plan–Do–Check–Act (PDCA). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap wakil kepala sekolah, pelatih, guru olahraga, dan siswa yang terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler basket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Negeri 8 Kota Bandung memiliki pengelolaan program yang lebih sistematis dibandingkan SMA Negeri 1 Baleendah, terutama dalam aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan latihan, evaluasi, dan tindak lanjut program. Pengelolaan yang terstruktur dan berkelanjutan berdampak positif terhadap perkembangan kedisiplinan, kerja sama tim, kepemimpinan, komunikasi interpersonal, dan motivasi berprestasi siswa. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keberhasilan ekstrakurikuler basket tidak hanya dipengaruhi oleh fasilitas dan sumber daya sekolah, tetapi juga oleh kualitas manajemen program, keterlibatan siswa, budaya evaluasi, dan kemampuan sekolah dalam melakukan perbaikan berkelanjutan. Temuan penelitian memperkuat perspektif Positive Youth Development through Sport yang menempatkan olahraga sekolah sebagai media strategis dalam pengembangan karakter dan life skills peserta didik.
Dari Manajemen Informal Menuju Tata Kelola Terstruktur: Studi Komparatif Ekstrakurikuler Olahraga di Sekolah Dasar Rita Rahman; Nandang Koswara
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni- Juli 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i4.8568

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif manajemen ekstrakurikuler olahraga di SDN Jagabaya 01 dan SDN Sinarbahagia Kabupaten Bandung dalam aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komparatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru PJOK, pelatih, dan siswa. Analisis data dilakukan secara tematik melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua sekolah memiliki karakteristik manajemen yang berbeda. SDN Jagabaya 01 masih menerapkan pola pengelolaan yang bersifat informal dan bergantung pada individu tertentu (individual-dependent management), sehingga keberlanjutan program sangat dipengaruhi oleh kapasitas personal guru olahraga. Sebaliknya, SDN Sinarbahagia menunjukkan pola manajemen yang lebih terstruktur dan kolaboratif melalui integrasi program ke dalam perencanaan sekolah, pembagian tugas yang lebih sistematis, pelaksanaan latihan yang partisipatif, serta evaluasi berbasis data dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas tata kelola sekolah berpengaruh terhadap efektivitas, kapasitas adaptasi, dan keberlanjutan program ekstrakurikuler olahraga dalam mendukung prestasi non-akademik siswa sekolah dasar.
Skill Improvement for Vocational High School Graduates through Hybrid Learning: A Case Study of SMK Negeri 7 Bandung Ermawati Ermawati; Iim Wasliman; Nandang Koswara; Ahmad Khori
Journal of Science and Education (JSE) Vol. 7 No. 1 (2026): September 2026
Publisher : CV. Media Digital Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58905/jse.v7i1.477

Abstract

Vocational education in Indonesia faces the challenge of ensuring that graduates have the skills that match industry requirements. The hybrid learning model, which combines online and face-to-face methods, is increasingly being adopted as a strategy to improve the quality of graduates’ learning. This investigation examines the efficacy of hybrid learning in enhancing students' technical and interpersonal competencies, while also exploring their perceptions of this educational model at SMK Negeri 7 Bandung. This study used a mixed-methods approach, with quantitative data collected through surveys and pre- and post-intervention assessments, and qualitative data obtained through interviews and classroom observations. The sample consisted of students enrolled in various vocational programs, and the data were analyzed using descriptive statistics and thematic analysis. Hybrid learning contributed to a 25% improvement in technical skills and a 30% improvement in soft skills (communication, teamwork, and problem-solving). A total of 85% of students expressed satisfaction with this model, with flexibility and accessibility being the main factors. However, some students faced challenges in adapting to technology. Hybrid learning is effective in improving the skills and job readiness of vocational high school students, but its implementation requires support in the form of technology training and curriculum adjustment.