Idha Silviyati
Program Studi Teknologi Kimia Industri, Teknik Kimia, Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Plastik Biodegradable Berbasis Carboxymethyl Cellulose dari Ampas Tebu Etyka Rahmasari; Mustain Zamhari; Idha Silviyati
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 2 No 9 (2022): JPTI - September 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.205

Abstract

Penumpukan sampah plastik sintetik pada lingkungan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, guna menanggulangi hal tersebut maka munculah inovasi untuk mengganti penggunaan plastik sintetik dengan plastik biodegradable. Biopolimer yang berpotensi sebagai bahan baku carboxymethyl cellulose adalah ampas tebu yang mengandung selulosa mencapai 40-50%. Selulosa yang digunakan sebagai bahan baku plastik biodegradable harus diturunkan terlebih dahulu. Salah satu turunan selulosa adalah Carboxymethyl Cellulose (CMC). Carboxymethyl Cellulose adalah eter polimer selulosa berbentuk linier, bersifat biodegradable, dan tidak beracun. Sintesis CMC dilakukan dengan reaksi alkalisasi dan karboksimetilasi menggunakan media pelarut. Pembuatan CMC diawali dengan ekstraksi selulosa ampas tebu, kemudian selulosa melalui proses alkalisasi menggunakan NaOH konsentrasi 5%, 15%, 25%, 35%, dan 45% dalam media reaksi berupa isopropanol. Tahap berikutnya adalah proses karboksimetilasi menggunakan asam trikloroasetat (TCA) konsentrasi 15%, 20%, dan 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Carboxymethyl Cellulose yang didapatkan telah memenuhi SNI 06-3736-1995 adalah pada konsentrasi NaOH 35% dan konsentrasi asam trikloroasetat 20% dengan hasil analisis derajat substitusi, kemurnian, dan pH berturut-turut yaitu 0,82, 99,80%, dan 7,02. Penambahan Carboxymethyl Cellulose berpengaruh terhadap kemampuan plastik biodegradable dimana dari hasil pengamatan plastik biodegradable yang dihasilkan dapat terdegradasi 100% dalam 4 hari dengan nilai kuat tarik sebesar 6,946 MPa, dan %elongasi sebesar 12%.