Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Bay Leaf Juice (Syzygium Polyanthum (Wight)) on the Death of Aedes Aegypti Instar III Mosquito Larvae Swandini, Fika Anjar; Nugrahani, Ardina; Prasetyowati, Alberta Tri
Journal of Social Science Vol. 5 No. 4 (2024): Journal of Social Science
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jss.v5i4.887

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an endemic disease which is a health problem in Indonesia, which can be transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito . Control of the Aedes aegypti mosquito as a dengue vector has been widely carried out using synthetic controls, other controls can be carried out using natural larvicides . Bay leaves (Syzygium polyanthum (Wight)) are one of the plants that can be used as a natural larvicide because they contain alkaloids, flavonoids, phenolics, terpenoids, tannins, saponins and essential oils. This research aims to determine the effect of bay leaf juice on the death of third instar Aedes aegypti mosquito larvae. This research is an experimental study by looking at the death of third instar Aedes aegypti mosquito larvae from bay leaf juice. The treatment was carried out by making various concentrations of bay leaf juice, namely 4%, 8%, 16%, 20%, 32%, 64% and 80%. Each treatment container contained 25 third instar Aedes aegypti mosquito larvae with 2 repetitions for 24 hours. Data were analyzed using one way ANOVA analysis of variance. The conclusion of this research is that bay leaf juice has a significant effect on the death of third instar Aedes aegypti mosquito larvae and a concentration of 16% is an effective concentration in killing third instar Aedes aegypti mosquito larvae.
Identifikasi Formalin pada Ikan Teri Nasi yang Dijual di Pasar Kota Yogyakarta Prasetyowati, Alberta Tri; Kaka, Ovelinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13638

Abstract

Badan Pengawasan Obat Dan Makanan (BPOM) pada tahun 2021 melaporkan bahwa dari hasil pengujian pada beberapa produk makanan dengan 16.940 sampel, terdapat 428 sampel yang tidak memenuhi syarat dimana 176 sampel (40%) mengandung formalin. Jenis sampel yang dinyatakan positif mengandung formalin adalah tahu, cincau, mie dan olahan ikan. Makanan yang mengandung formalin dapat membahayakan kesehatan, maka perlunya untuk mengetahui kandungan formalin pada ikan teri yang dijual di Seluruh Pasar Kota Yogyakarta dengan menggunakan bunga telang sebagai indikator keberadaan formalin. Penelitian ini bertujuan memberikan informasi tentang bunga telang yang bisa digunakan sebagai alternatif untuk indikator keberadaan formalin pada ikan teri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak bunga telang dapat digunakan sebagai indikator keberadaan formalin pada ikan teri nasi. Tujuan lainnya adalah untuk mengetahui adanya kandungan formalin pada ikan teri yang dijual di pasar kota Yogyakarta pada tahun 2023 dengan menggunakan ekstrak bunga telang. Penelitian deskriptif kualitatif yaitu untuk mengetahui adanya kandungan Formalin pada ikan teri yang dijual di Pasar Kota Yogyakarta Tahun 2022 dengan menggunakan data primer yang disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Jumlah pasar sebanyak 32 pasar. Analisis data ini diperoleh dari hasil pemeriksaan formalin pada 60 sampel ikan teri yang dijual di Pasar Kota Yogyakarta Tahun 2023. Hasil pemeriksaan dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan ekstrak bunga telang dan KMnO4. Perubahan warna yang dihasilkan dengan menggunakan ekstrak bunga telang terjadi perubahan warna dari hijau menjadi kuning. Sedangkan dengan pereksi KMnO4 terjadi perubahan warna yaitu warna ungu dari KMnO4 hilang. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa Identifikasi terhadap sampel ikan teri yang dijual di pasar kota Yogyakarta pada tahun 2023 adalah (1) Bunga telang dapat digunakan sebagai indikator keberadaan formalin pada ikan teri Nasi; (2) Semua sampel (100 %) mengandung formalin setelah dilakukan identifikasi dengan ekstrak bunga telang; (3) Semua sampel (100%) mengandung formalin setelah dilakukan identifikasi dengan pereaksi KMnO4 0,1 N