Faradiba Fadhilah Wijaya
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DIPLOMASI BUDAYA INDONESIA MELALUI BATIK DI KOREA SELATAN Faradiba Fadhilah Wijaya; Adiasri Putri Purbantina
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 24 No 2 (2022): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v24i2.311

Abstract

Abstrak Diakuinya Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya TakBenda oleh UNESCO pada tahun 2009 menandai pengakuan dunia terhadap budaya dan komitmen Indonesia dalam melestarikan Batik. Hal ini sekaligus menjadikan Batik sebagai salah satu alat penting dalam keberlanjutan soft diplomacy Indonesia. Perwakilan-perwakilan Indonesia di mancanegara ditugaskan sebagai duta Batik Indonesia untuk memperkenalkannya pada masyarakat internasional. Korea Selatan merupakan salah satu mitra strategis Indonesia dengan hubungan diplomatik yang telah dibangun selama bertahun-tahun di mana aspek sosial budaya memegang peran yang penting bagi keberlanjutan hubungan kedua negara. Dengan metode penelitian kualitatif, peneliti akan menganalisa diplomasi budaya Indonesia melalui Batik di Korea Selatan pada tahun 2010-2021 dalam kerangka alat-alat diplomasi budaya menggunakan data primer dan sekunder yang diperoleh melalui wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menemukan bahwa diplomasi budaya Indonesia melalui Batik di Korea Selatan telah berhasil meningkatkan awareness dan minat akan Batik Indonesia hingga menguntungkan bagi sektor industri kreatif terutama batik bahkan di masa pandemi Covid-19. Kata kunci: Diplomasi Budaya; Batik; Indonesia; Korea Selatan Abstract The recognition of Indonesian Batik as an Intangible Cultural Heritage by UNESCO in 2009 marked the world’s recognition of Indonesian culture and commitment to preserving Batik. Batik becomes an essential tool in the continuity of Indonesia’s soft diplomacy. Indonesia’s representatives abroad were assigned as ambassadors for Indonesian Batik to introduce it to the international community. South Korea’s one of Indonesia’s strategic partners with diplomatic relations built for years where culture plays a vital role in the continuity of both countries’ relations. This paper evaluated Indonesia’s cultural diplomacy through Batik in South Korea (2010-2021) within the framework of cultural diplomacy’s tools using qualitative research method with primary and secondary data obtained through interviews and literature studies. The paper argues Indonesia’s cultural diplomacy through Batik in South Korea has succeeded in increasing awareness and interest in Indonesian Batik to the point of benefiting the creative industry sector, especially Indonesian Batik, particularly during the Covid-19 pandemic. Keywords: Cultural Diplomacy; Batik; Indonesia; South Korea