Vinsensius Rixnaldi Masut
STFT Widya Sasana Malang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Reinha

PERTOBATAN EKOLOGIS MENURUT ENSIKLIK LAUDATO SI DALAM MENANGGAPI PERSOALAN KERUSAKAN HUTAN DI KABUPATEN SINTANG, KALIMANTAN BARAT Eugenius Ervan Sardono; Vinsensius Rixnaldi Masut; Dominikus Siong
Jurnal Reinha Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.168 KB) | DOI: 10.56358/ejr.v12i2.84

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menjelaskan konsep pertobatan ekologis menurut Ensiklik Laudato Si dalam menanggapi persoalan kerusakan hutan yang terjadi di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Menurut Ensiklik Laudato Si, seluruh alam semesta merupakan ciptaan Allah yang bertujuan untuk saling melengkapi satu sama lain. Ensiklik ini menyebut alam semesta sebagai rumah bersama yang harus dipelihara demi terciptanya persekutuan universal dalam Allah. Persoalan ekologis seperti kerusakan hutan yang terjadi di Kabupaten Sintang merupakan pencederaan atas keutuhan rumah bersama dan persekutuan seluruh ciptaan. Maka melalui Ensiklik ini Gereja menyerukan pertobatan ekologis bagi seluruh manusia agar kembali merajut persekutuan dengan alam semesta. Metodologi yang digunakan dalam studi ini adalah metode kualitatif dengan melakukan studi kepustakaan atas konsep pertobatan ekologis menurut Ensiklik Laudato Si. Tema ini kemudian dielaborasi dengan berbagai macam persoalan ekologis zaman ini, secara khusus persoalan kerusakan hutan yang terjadi di Kabupaten Sintang. Temuan dari studi ini ialah: 1) Kerusakan hutan yang terjadi di Kabupaten Sintang bertentangan dengan pandangan Gereja dalam Ensiklik Laudato Si bahwa alam semesta merupakan ciptaan Allah dan rumah bersama yang harus dipelihara. 2) Manusia mesti melakukan pertobatan ekologis yang dimulai dari kesadaran bahwa alam semesta merupakan ciptaan Allah yang harus dipelihara sampai pada tindakan konkret komunal untuk menjaga keutuhan hutan di Kabupaten Sintang.
SEMANGAT INTERNASIONALITAS SERIKAT MARIA MONTFORTAN DALAM MELAKSANAKAN KARYA MISI GEREJA: Pembacaan Kritis atas Surat Edaran Superior Jendral SMM sebagai Tanggapan atas Dekrit Ad Gentes Konsili Vatikan II Vinsensius Rixnaldi Masut; Antonius Denny Firmanto; Nanik Wijiyati Aluwesia
Jurnal Reinha Vol 13 No 1 (2022)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.303 KB) | DOI: 10.56358/ejr.v13i1.119

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menjelaskan semangat internasionalitas Serikat Maria Montfortan (SMM) dalam surat edaran Superior Jendral SMM, Pater William Considine. Semangat internasionalitas yang ditegaskan Pater William Considine merupakan bentuk tanggapan SMM atas seruan Gereja dalam Konsili Vatikan II tentang karya misioner, khususnya dalam Dekrit Ad Gentes yang mengulas banyak tentang karya misioner Gereja di dunia. Serikat Maria Montfortan sebagai sebuah kongregasi misi internasional mempunyai andil yang besar dalam mensukseskan misi Gereja ini. Di bawah payung spiritualitas internasional, ia mengajak seluruh anggota Serikat untuk membuka mata terhadap situasi konkret dunia, lalu mengambil langkah pasti berupa perutusan misionaris sebagai bentuk aksi nyata atas misi Ad Gentes Gereja. Metodologi yang digunakan dalam studi ini ialah metode kualitatif dengan melakukan pembacaan kritis atas Dokumen Ad Gentes dan Surat Edaran Pater William Considine. Kedua dokumen ini kemudian dibaca dalam situasi dunia masa kini yang menghadapi banyak perubahan multidimensi yang kompleks. Temuan dari studi ini ialah: (1) Serikat Maria Montfortan sebagai bagian dari kongregasi internasional dipanggil untuk berpartisipasi aktif dalam karya misi Gereja untuk mewartakan Kabar Gembira Kristus kepada semua bangsa. (2) Tujuan ini dapat tercapai jika semua anggota SMM kembali menghidupkan semangat internasionalitas sebagaimana yang diserukan oleh Pater William Considine.