Stephanus Lisdiyanto
Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TRADISI MANGUPA LAHIRON DAGANAK SEBAGAI REPRESENTASI PENGHAYATAN IMAN KRISTIANI UMAT SUKU BATAK TOBA DI PAROKI SANTO YOHANES PEMBAPTIS PERAWANG RIAU KEUSKUPAN PADANG Stephanus Lisdiyanto
Jurnal Masalah Pastoral Vol 10 No 2 (2022): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam tulisan ini penulis ingin menyampaikan penghayatan iman umat Katolik Batak Toba di paroki Santo Yohanes Pembaptis Perawang Riau Keuskupan Padang berkaitan dengan tradisi Mangupa Lahiron Daganak yang dilakukan dalam masyarakat suku Batak Toba. Tradisi Mangupa Lahiron Daganak merupakan salah satu upacara menyambut dan bersyukur atas kelahiran anak dalam keluarga Batak Toba. Tradisi ini tidak lagi dilakukan secara lengkap oleh umat Katolik Batak Toba di paroki Santo Yohanes Pembaptis Perawang Riau. Terdapat beberapa instrumen yang digunakan dalam ritual upacara Mangupa Lahiron Daganak. Fungsi dari instrumen ini adalah agar upacara berjalan dengan lancar, hikmat dan bermakna. Instrumen-instrumen yang digunakan dalam upacara tersebut mengandung simbol-simbol yang bermakna dalam kehidupan masyarakat. Tujuan dari penulisan ini adalah ingin menemukan dan memaknai simbol[1]simbol yang ada dalam upacara Mangupa Lahiron Daganak, tidak hanya dari segi sosial tetapi lebih pada makna teologis yang dapat memperkuat penghayatan iman umat Katolik, khususnya umat Batak Toba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umat Katolik Batak Toba di paroki Santo Yohanes Pembaptis Perawang Riau mampu menemukan makna sosial yang kemudian ditransformasikan ke dalam penghayatan iman Kristiani, meskipun umat Batak Toba di paroki Santo Yohanes Pembaptis Perawang Riau tidak lagi mengadakan upacara Mangupa Lahiron Daganak secara lengkap.